Strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah :: Studi kasus di Kepulauan Kei Kabupaten Maluku Tenggara
BELEKUBUN, Fransiscus Xaverius, Dr. Yeremias T. Keban, SU.,MURP
2005 | Tesis | S2 Administrasi NegaraTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Dinas Pariwisata Derah Kabupaten Maluku Tenggara dalam membangun jaringan-jaringan kerjasama antar semua pihak yang terkait. Dalam proses membangun kerjasama tersebut ada faktor yang mempengaruhinya seperti kepemimpinan, pendidikan (Skill dan style) dan dukungan baik pemerintah maupun pihak-pihak swasta yang terlibat dalam pengembangan pariwisata. Teknik pengumpulkan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah observasi, wawancara, dan telaah kepustakaan serta dokumentasi, dan unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah organisasi, tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat, wisatawan dan tourism agen yang didalamnya terdapat informan-informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerjanya aparatur Dinas Pariwisata daerah Kabupaten Maluku Tenggara masih rendah yang nampak dari sejak didirikan sampai dan dengan saat ini tidak mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga tidak dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) pada pemerintah daerah tingkat II Kabupaten Maluku Tenggara. Ada beberapa faktor yang terkait didalamnya adalah: 1). Faktor rendahnya kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola obyek wisata. 2) Kultur, sikap mental dan motivasi kerja aparatur dinas pariwisata rendah. 3)Alokasi anggaran yang diperuntukan untuk pengembangan pariwisata sangat kecil dan tidak mendukung. 4). Belum maksimalnya dukungan Pemerintah Daerah dalam pengembangan pariwisata. Rekomendasi untuk penelitian ini adalah: 1). Menyusun rencana induk pengembangan pariwisata dengan melibatkan seluruh stakeholders pariwisata. 2).Meningkatkan Pendidikan dan pelatihan aparatur Dinas Pariwisata. 3). Membangun kemitraan baik dengan pemerintah pusat maupun berbagai pihak yang terlibat langsung dengan pengembangan pariwisata.
The aim of this research is to identify the task efficacy of the Tourism Board of Southeast Maluku Regency in setting up and maintaining an effective network and co-operation within all parts of its working units and other agencies as partners. There are some factors affecting the system task efficacy: leadership, education level (skill and style), and supporting from other units, both within government and private agencies, in tourism development programs. In order to gain data used for this report, the study has used research techniques such as observation, interview and bibliography study. The unit of analyses for this study is organization, public figures, religious figures, society members, tourists, and tourism agencies that play important roles as key information resources. The result of this study shows that task efficacy of personals who have worked for Tourism Board of Southeast Maluku Regency is still below expectance,They have not performed a significant level progress and therefore have not given any significant contribution to Regional Domestic Revenue. Following factors are considered to be the most influencing: 1) Leadership factor: lack of competence, having no clear vision on tourism development, too much tasks on one hand, and inability in using available, resources ; 2). Education factor: under qualified staffs corresponding to education level and training experiences. There is no right person (professional) for the right task; 3). Government support: lack of support from local government for the community to participate in promoting and developing tourism in the region and hence could contribute the improvement of regional revenue; 4). There is no good linkage and co-operation, and co-ordination between government and private sectors in tourism development policy. In order to improve the task efficacy of the Tourism Board, this study suggest the following measures that should be undertaken: 1) the board should have a right and qualified person with clear vision on tourism development as its leader; 2). Touriem Board and private agencies should work together in promoting and managing tourism formal market; 3). The skills and style of the stafh should be improved through formal education, training, etc. Recruitment of new competence people should be a priority.
Kata Kunci : Kinerja, pengelolaan, peningkatan, Performance, development, improvement