Laporkan Masalah

KAJIAN TENTANG TERONG DAN KETELA RAMBAT UNTUK MENGURANGI POPULASI Bemisia tabaci PADA BUDIDAYA CABAI (Capsicum annuum. L)

Annisa Fadilah Putri Jaris, Prof. Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc

2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai 

ekonomi tinggi yang produksinya sering terkendala oleh serangan hama vektor 

virus, khususnya Bemisia tabaci, penyebab penyakit keriting kuning. Salah satu 

pendekatan pengendalian yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan tanaman 

perangkap untuk mengalihkan populasi hama dari tanaman utama. Penelitian ini 

bertujuan mengevaluasi efektivitas terong (Solanum melongena L.) dan ketela 

rambat (Ipomoea batatas L.) sebagai tanaman perangkap dalam menekan populasi 

B. tabaci pada budidaya cabai. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngentak, Kecamatan 

Sewon, Kabupaten Bantul, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 

dengan empat perlakuan, yaitu cabai + terong, cabai + ketela rambat, cabai + 

kombinasi terong dan ketela rambat, serta cabai tanpa tanaman perangkap sebagai 

kontrol, masing-masing dengan tiga ulangan. Pengamatan populasi B. tabaci 

dilakukan setiap tiga hari, disertai pengamatan preferensi hama dan insidensi 

penyakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan tanaman perangkap 

berpengaruh sangat nyata terhadap populasi B. tabaci. Terong terbukti paling efektif 

menarik populasi hama, sedangkan ketela rambat menunjukkan daya tarik yang 

lebih rendah dan tidak berbeda nyata dengan kontrol. Insidensi penyakit kuning 

tidak berbeda nyata antar perlakuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terong 

berpotensi kuat sebagai tanaman perangkap dan dapat diintegrasikan dalam strategi 

Pengendalian Hama Terpadu pada budidaya cabai. 

Chili (Capsicum annuum L.) is an important horticultural commodity with 

high economic value; however, its production is often constrained by pest attacks, 

particularly Bemisia tabaci, a major vector of yellow leaf curl disease. 

Environmentally friendly pest management strategies, such as the use of trap crops, 

are needed to reduce reliance on chemical insecticides. This study aimed to evaluate 

the effectiveness of eggplant (Solanum melongena L.) and sweet potato (Ipomoea 

batatas L.) as trap crops to attract and reduce B. tabaci populations in chili 

cultivation. The research was conducted in Ngentak Village, Sewon District, Bantul 

Regency, using a Randomized Complete Block Design with four treatments: chili 

intercropped with eggplant, chili intercropped with sweet potato, chili intercropped 

with a combination of eggplant and sweet potato, and chili without trap crops as a 

control, each replicated three times. Bemisia tabaci populations were observed 

every three days, along with host preference and disease incidence. The results 

showed that trap crop treatments had a highly significant effect on B. tabaci 

populations. Eggplant was the most effective trap crop in attracting B. tabaci

whereas sweet potato showed lower attractiveness and was not significantly 

different from the control. Disease incidence did not differ significantly among 

treatments. In conclusion, eggplant has strong potential as an effective trap crop and 

can be integrated into an Integrated Pest Management strategy for chili cultivation. 

Kata Kunci : Bemisia tabaci, tanaman perangkap, cabai, terong, pengendalian hama terpadu

  1. S1-2026-506093-abstract.pdf  
  2. S1-2026-506093-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-506093-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-506093-title.pdf