Dinamika Peran Aktor dalam Menjamin Resiliensi Institusi di Bank Sampah Gemah Ripah Bantul
Noviana Dewi, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Saat ini, pengelolaan sampah telah mengalami beberapa inovasi seperti menguatkan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan masyarakat melalui berbagai Jaringan Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM). Salah satu JPSM yang banyak ditemui di tengah masyarakat adalah bank sampah. Bank sampah menjadi solusi yang dinilai ideal karena membantu memberdayakan ekonomi masyarakat melalui sampah. Namun dalam pelaksanaannya, bank sampah mengalami berbagai tantangan seperti partisipasi masyarakat yang masih rendah, fluktuasi harga sampah, keterbatasan infrastruktur dan kapabilitas pengelolaan, serta masih banyak masalah teknis lainnya.
Bank Sampah Gemah Ripah menjadi bank sampah pertama yang menjadi pelopor berdirinya bank sampah di berbagai daerah di Indonesia. Sebagai pelopor yang telah berdiri sejak tahun 2008, bank sampah ini telah menghadapi berbagai tantangan baik dari struktur internal maupun eksternal. Meskipun demikian, kuatnya peran aktor dan langkah strategis yang dilakukan membuat bank sampah ini berhasil mencapai resiliensi hingga eksistensinya masih terjaga hingga saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada peran aktor dan strategi yang dilakukan untuk menjamin resiliensi institusi Bank Sampah Gemah Ripah. Dalam analisis penelitian ini digunakan beberapa konsep seperti konsep peran dari Soekanto dan Sarwono, relasi struktur dan aktor melalui strukturasi, institusionalisme diskursif, institutional work untuk kerangka strategi, dan resiliensi institusi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengurus Bank Sampah Gemah Ripah, nasabah Bank Sampah Gemah Ripah, mitra UMKM, dan pemerintah setempat seperti Pemerintah Kalurahan Bantul dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk menyajikan data yang teruji validitasnya.
Hasil dari penelitian ini adalah terjamin atau terbentuknya resiliensi dari hasil dinamika peran dan strategi yang dilakukan aktor dalam menciptakan, mempertahankan, dan mentransformasikan struktur Bank Sampah Gemah Ripah. Resiliensi Bank Sampah Gemah Ripah tidak hanya berhenti pada kapasitas coping saja, tetapi juga mencapai kapasitas adaptif dan transformatif. Resiliensi ini juga membuktikan bahwa ide dan wacana yang dilakukan para aktor mempunyai peran penting dalam proses tercapainya ketahanan dan keberlanjutan bank sampah.
Currently, waste management has undergone various innovations, such as strengthening management at the household and community levels through Independent Waste Management Networks (JPSM). One of the most common forms of JPSM found in society is the waste bank. Waste banks are considered an ideal solution as they empower the community's economy through waste. However, in practice, waste banks face various challenges, including low public participation, fluctuating waste prices, limited infrastructure and management capabilities, and other technical issues.
Bank Sampah Gemah Ripah is the first waste bank in Indonesia and a pioneer for the establishment of waste banks in various regions. As a pioneer established in 2008, this waste bank has faced various challenges within both internal and external structures. Nevertheless, the strong role of actors and the strategic measures implemented have enabled this waste bank to achieve resilience, maintaining its existence to this day. Therefore, this research focuses on the roles of actors and the strategies implemented to ensure the institutional resilience of Bank Sampah Gemah Ripah. This research employs several concepts, such as the concept of role by Soekanto and Sarwono, the relation between structure and actors through structuration, discursive institutionalism, institutional work as a strategic framework, and institutional resilience.
The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. Informants in this research consist of the managers of Bank Sampah Gemah Ripah, customers, MSME partners, and local government officials, such as the Bantul Village Government and the Environment Agency (DLH) of Bantul Regency. Data collection methods include in-depth interviews, observation, and documentation. Data validity was tested using source and technique triangulation to ensure the validity of the data presented.
The results of this research indicate that institutional resilience is formed through the dynamics of roles and strategies implemented by actors in creating, maintaining, and transforming the structure of Bank Sampah Gemah Ripah. The resilience of Bank Sampah Gemah Ripah extends beyond coping capacity, achieving both adaptive and transformative capacities. Such resilience proves that actors' ideas and discourses are essential to the resilience and long-term sustainability of waste banks.
Kata Kunci : Aktor, Resiliensi, Bank Sampah, Actor, Resilience, Waste Bank