Menuju Tujuan Transformatif dari Perlindungan Sosial Adaptif (PSA) Berbasis Hak: Menilai Dampak PSA terhadap Petani Perempuan Marjinal di Gunungkidul
Hendra Prasetya Tri Ananda, Pradhikna Yunik Nurhayati SIP., MPA., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Perubahan iklim dan kejadian
bencana membawa dampak yang tidak merata, terkhusus bagi kelompok rentan
seperti petani perempuan marjinal. Dalam hal ini, petani perempuan marjinal
menjadi lebih rentan karena kondisi struktural berupa ketidakadilan gender dan
keterbatasan akses terhadap sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini
menganalisis pendekatan perlindungan sosial adaptif dalam mengatasi kerentanan
tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi pelaksanaan perlindungan sosial adaptif
dan dampaknya terhadap keadilan gender bagi perempuan marjinal di Gunungkidul.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan
analisis tematik terhadap temuan untuk menganalisis data yang diperoleh dari
proses wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pelaksanaan perlindungan sosial adaptif belum diimplementasikan dengan
dasar hukum yang mumpuni, partisipasi dan akuntabilitas yang berarti,
prediktabilitas dan kecukupan manfaat yang baik, serta sensitivitas gender yang
utuh. Akibatnya, kebijakan hanya mampu menambah penghasilan petani perempuan
tanpa meningkatkan kapasitas dalam menghadapi perubahan iklim dan kejadian
bencana serta mengubah relasi kuasa baik di lingkup rumah tangga maupun
masyarakat.
Climate change and disaster events have uneven
impacts, particularly on vulnerable groups such as marginalized women farmers.
In this context, marginalized women farmers are rendered more vulnerable due to
structural conditions, including gender inequality and limited access to
resources. Therefore, this study analyzes the adaptive social protection
approach in addressing such vulnerabilities. The study explores the
implementation of adaptive social protection and its impacts on gender justice
for marginalized women in Gunungkidul. This research employs a qualitative
method with a case study approach and thematic analysis to examine data
obtained from interviews, observations, and literature review. The findings
indicate that adaptive social protection has not been implemented with a
sufficiently robust legal framework, meaningful participation and
accountability, adequate predictability and sufficiency of benefits, nor
comprehensive gender sensitivity. Consequently, the policy has only succeeded
in increasing women farmers’ income without enhancing their capacity to cope
with climate change and disaster events or transforming power relations at both
the household and community levels.
Kata Kunci : perlindungan sosial adaptif, petani perempuan marjinal, adaptasi perubahan iklim, keadilan gender, implementasi kebijakan, evaluasi kebijakan