PERTUMBUHAN TANAMAN JABON PUTIH (Neolamarckia cadamba) 3 DAN 3,5 TAHUN SETELAH PEMULSAAN DI DESA MADYOCONDRO, SECANG, MAGELANG
Qotruna Nurul Nabila, Mochamat Gunawan Wibisono, S.Hut., M.Hum., M.Sc.; Ir. Adriana, M.P.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Jabon putih (Neolamarckia cadamba) merupakan jenis
yang mulai dikembangkan sebagai pengganti sengon yang saat ini menurun
produksinya akibat serangan karat puru. Tanaman tersebut sudah dikembangkan di
Kediri, Jawa Timur dan Temanggung, Jawa Tengah. Pada lokasi penelitian banyak
ditumbuhi gulma. Pertumbuhan tanaman dapat terganggu dengan adanya gulma karena
bersaing untuk memperoleh hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh. Bahan yang
melimpah di sekitar lokasi penelitian adalah serbuk gergaji kayu dan kotoran
sapi, sehingga bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai mulsa organik. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman N. cadamba
3 dan 3,5 tahun setelah pemulsaan di Desa Madyocondro, Secang, Magelang.
Penelitian ini menggunakan rancangan Randomized
Complete Block Design (RCBD) dengan satu faktor percobaan, yaitu pemulsaan (tanpa
mulsa (M0), mulsa serbuk gergaji kayu sengon 2 kg/tanaman (M1), mulsa serbuk
gergaji kayu sengon 2 kg/tanaman dan kotoran sapi 2 kg/tanaman (M2)). Setiap
plot terdiri dari 4 titik tanam yang berbentuk line plot. Terdapat 5
blok sebagai ulangan, sehingga jumlah tanaman yang digunakan 60 batang.
Parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, diameter batang, dan lebar tajuk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemulsaan
berbeda nyata terhadap tinggi tanaman N. cadamba, namun tidak berbeda
nyata pada diameter dan lebar tajuk pada pengamatan setelah 3 tahun. Pada
pengamatan setelah 3,5 tahun, tidak terdapat perbedaan nyata pada semua
parameter yang diamati.
Neolamarckia cadamba is a species being developed
as a substitute for Falcataria moluccana, whose production is currently
declining due to a rust disease. The plant has already been cultivated in
Kediri, East Java and Temanggung, Central Java. The research site is heavily
overgrown with weeds. Plant growth can be hindered by the presence of weeds, as
they compete for nutrients, water, light, and growing space. To address this,
locally abundant materials, specifically sawdust and cow manure, can be
utilized as organic mulch. This study aimed to determine the growth of N.
cadamba 3 and 3,5 years after mulching in Madyocondro Village, Secang,
Magelang.
The study employed a randomized complete block design
with a single factor: mulch application. The treatments consisted of three
levels: no mulch (M0), 2 kg/plant of Falcataria moluccana sawdust (M1),
and a combination of 2 kg/plant of Falcataria moluccana sawdust plus 2
kg/plant of cow manure (M2). Each experimental unit utilized a line plot
consisting of four planting points. The treatments were organized into five
blocks as replications, resulting in total sample size of 60 trees. The growth
parameters measured included plant height, stem diameter, and crown witdh.
The results indicated that the application of
mulch significantly difference on plant height at three years post-application,
however, no significant difference were observed for stem diameter and cown
width during this period. By the three-and-a-half-year mark, there were no
significant differences accross all measured parameters (height, stem diameter,
and crown width).
Kata Kunci : jabon putih, mulsa, pertumbuhan, Magelang