Pengaruh Suplementasi Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) terhadap Produksi Gas Metana dan Karakteristik Fermentasi Rumen
Dinda Rahmasari, Dr. Ir. Moh. Sofi'ul Anam, S. Pt., M. Sc.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) terhadap produksi gas metana dan karakteristik fermentasi rumen secara in vitro. Metode yang digunakan adalah uji in vitro produksi gas metode Menke dan Steingass dengan waktu inkubasi 48 jam. Ransum yang digunakan berupa hijauan dan konsentrat (60:40). Perlakuan berupa suplementasi ekstrak kulit buah naga pada dosis 0,5%; 1%; 1,5% (dalam BK ransum); dan kontrol tanpa suplementasi, dengan masing-masing empat pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak kulit buah naga pada dosis 1,5% secara signifikan menurunkan produksi gas metana sebesar 30,36% dibandingkan kontrol (P<0>0,05). Nilai pH rumen dan kadar protein mikrobia tidak berubah signifikan (P>0,05), sedangkan kadar NH3 menurun signifikan seiring peningkatan dosis (P<0>0,05). Kecernaan bahan kering meningkat signifikan (P>0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak kulit buah naga pada dosis 1,5?ektif dalam menurunkan produksi gas metana dan meningkatkan efisiensi fermentasi enterik rumen.
This study aims to determine the effect of dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) supplementation on methane gas production and rumen fermentation characteristics in vitro. The method used was the Menke and Steingass in vitro gas production test with an incubation period of 48 hours. The diet used consisted of forage and concentrate (60:40). The treatments were dragon fruit peel extract supplementation at doses of 0.5%, 1%, and 1.5% (based on diet dry matter) and a control without supplementation, with four replicates each. The results showed that supplementation with dragon fruit peel extract at a dose of 1.5% significantly reduced methane gas production by 30.36% compared to the control (P<0>0.05). Rumen pH and microbial protein levels did not change significantly (P>0.05), while NH3 levels decreased significantly with increasing doses (P<0>0.05). Dry matter digestibility increased significantly (P>0.05). Based on these results, it can be concluded that supplementation with dragon fruit peel extract at a dose of 1.5% is effective in reducing methane gas production and improving rumen enteric fermentation efficiency.
Kata Kunci : aditif pakan, ekstrak kulit buah naga, fermentasi rumen, metana (CH4), senyawa metabolit sekunder.