Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antiepilepsi (OAE) dengan Frekuensi Kejang dan Kualitas Hidup pada Pasien Epilepsi Anak Rawat Jalan di Rumah Sakit Akademik UGM
Yafiq Asma' Alfigo, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati
2026 | Skripsi | FARMASI
Epilepsi merupakan penyakit kronis pada anak dan salah satu faktor keberhasilan terapi adalah kepatuhan penggunaan OAE. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan menyebabkan menurunnya kontrol kejang dan kualitas hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan OAE dengan frekuensi kejang dan kualitas hidup pasien epilepsi anak di Rumah Sakit Akademik UGM.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional dan metode pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Pengukuran kepatuhan dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner MGLS, sedangkan untuk mengukur kualitas hidup dilakukan dengan menggunakan kuesioner QOLCE-16. Selain itu, dilakukan pencatatan frekuensi kejang sebulan terakhir berdasarkan keterangan orang tua atau pengasuh dan penelusuran rekam medis pasien epilepsi anak periode Januari 2026-Maret 2026. Hubungan antara kepatuhan penggunaan OAE dengan frekuensi kejang dan kualitas hidup dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik biner.
Hasil penelitian melibatkan 60 pasien epilepsi anak dengan 45 pasien (75%) memiliki kepatuhan tinggi dan 15 pasien (25%) memiliki kepatuhan sedang. Sebanyak 44 pasien (73,3%) tidak mengalami kejang dalam sebulan terakhir dan 16 pasien (26,7%) belum mencapai kontrol kejang optimal. Sebagian besar pasien memiliki kualitas hidup tinggi, yaitu 54 pasien (90%). Uji statistik Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara kepatuhan penggunaan OAE dengan frekuensi kejang (p=0,015), tetapi tidak menunjukkan adanya hubungan antara kepatuhan penggunaan OAE dengan kualitas hidup (p=0,634).
Epilepsy is a chronic disease in children and one of the key factors in successful therapy is compliance with antiepileptic drug (AED) use. Non-compliance with treatment leads to decreased seizure control and quality of life in children. This study aims to determine the correlation between compliance with AED use and seizure frequency and quality of life in pediatric epilepsy patients at UGM Academic Hospital.
This study employed a cross-sectional design with consecutive sampling as the sampling method. Compliance was measured through interviews using the MGLS questionnaire, while quality of life was assessed using the QOLCE-16 questionnaire. In addition, seizure frequency over the past month was recorded based on information from parents or caregivers and through medical record review of pediatric epilepsy patients for the period of January 2026–March 2026. The correlation between compliance with AED use and seizure frequency and quality of life was analyzed using the Chi-square test and binary logistic regression.
The study involved 60 pediatric epilepsy patients, with 45 patients (75%) having high compliance and 15 patients (25%) having moderate compliance. A total of 44 patients (73.3%) had no seizures in the past month, while 16 patients (26.7%) had not achieved optimal seizure control. The majority of patients had a high quality of life, accounting for 54 patients (90%). The Chi-square statistical test showed a significant correlation between compliance with AED use and seizure frequency (p=0.015), but showed no significant correlation between compliance with AED use and quality of life (p=0.634).
Kata Kunci : Kepatuhan pengobatan, obat antiepilepsi (OAE), frekuensi kejang, epilepsi anak, MGLS, kualitas hidup, QOLCE-16