Analisis pemasaran portfolio produk obat antijamur DKTR di DKI Jakarta
DITYA, Ratna Candra, Drs. Teguh Budiarto, MIM
2005 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi (Magister Manajemen Farmasi)Indonesia adalah Negara beriklim panas dan lembab, dalam keadaan demikian ditambah higiene yang kurang sempurna dapat menyebabkan infeksi jamur kulit. Khususnya di DKI Jakarta golongan penyakit ini sepanjang masa menempati urutan kedua setelah go longan dermatitis. Obat Antijamur DKTR (OAjD) merupakan obat antijamur superfisialis yang berkhasiat menyembuhkan kulit yang disebabkan antara lain oleh: jamur Pityriasis versicolor, Tinea pedis dan Tinea cruris. OAjD merupakan produk unggulan Janssen Cilag div. PT Johnson and Johnson Indonesia yang harus tetap dipertahankan penjualannya karena produk tersebut bersaing secara ketat dengan sesama antijamur lain. Penelitian dilakukan dengan cara deskripsi portfolio produk OAjD, deskripsi outlet dalam hal ini apotik, toko obat, apotik rumah sakit dan deskripsi persepsi responden (outlet) terhadap OAjD. Data primer dan sekunder yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penjualan paling tinggi untuk semua wilayah, semua outlet dan semua produk adalah wilayah Jakarta Timur dan Barat. Penjualan paling rendah untuk semua wilayah, semua outlet dan semua produk adalah wilayah Jakarta Utara. Rata-rata penjualan perkuartal wilayah DKI Jakarta untuk kelompok toko obat lebih tinggi dari pada apotik dan apotik rumah sakit. Penjualan sediaan portfolio OAjD paling tinggi adalah cream 5 g diikuti dengan cream 10 g dan powder. Penjualan sediaan portfolio produk OAjD yang paling rendah berturut-turut adalah diaper, gel 10 g, liquid soap dan gel 10 g. Prestasi pertumbuhan setiap wilayah, setiap outlet dan setiap portfolio produk OAjD menunjukkan pertumbuhan yang berfluktuasi. Dari analisis deskripsi responden (outlet); kelompok outlet apotik, toko obat dan apotik rumah sakit yang lama beroperasinya lebih dari 5 (lima) tahun dengan jumlah paling banyak adalah wilayah Jakarta Barat. Pilihan merek yang paling banyak dipilih outlet adalah OAjD. Persepsi responden (outlet) terhadap OAjD adalah bahwa kualitas, iklan, televisi, produk display dan sediaan cream merupakan pilihan yang utama dari tiga kelompok responden (apotik, toko obat dan apotik rumah sakit) terhadap portfolio produk OAjD.
Indonesia is a hot and humid country, the condition added with less hygiene may result in skin fungal infection. Especially in DKI Jakarta, the skin fungal infection place in second position after dermatitis. Antifungal drug DKTR (OAjD) is superficial antifungal drug having efficacy to cure skin disease caused by fungi Pityriaris versicolor, Tinea pedis and Tinea cruris. OAjD is superior product of Janssen Cilag a div. of PT. Johnson & Johnson Indonesia that should be still kept its sale because it competes tightly with other antifungal drugs. This research was done by describing portfolio of OAjD product, describing outlets, in this case of pharmacies, drug store and pharmacy in hospital, and describing perception of respondents (outle ts) on the OAjD. Primary and secondary data obtain was analyzed with descriptive statistic and chi square. The result indicated that in average the highest sale for 5 area, all outlets and all products was in East Jakarta and West Jakarta. The lowest sale for 5 area, all outlets and all products was in North Jakarta. Average sale per quarter in DKI Jakarta of drug store group was higher than that pharmacy and hospital pharmacy. The highest dosage form sale of OAjD portfolio was cream 5 g, followed by cream 10 g and powder. The lowest dosage form sale of OAjD portfolio was diaper, followed by gel 10 g, liquid soap and gel 20 g. Growth performance in each area, each outlets and each portfolio produk OAjD product showed fluctuated growth. From the descriptive analysis of respondent (outlet), the most outlet group of pharmacies, drug store and hospital pharmacy operating for more than 5 years was in West Jakarta. Brand that most chosen was OAjD. Perception of respondent on OAjD was that quality, advertisement, television, display product and cream dosage form were main choice of the 3 group respondents on portfolio produk OAjD.
Kata Kunci : Manajemen Pemasaran,Obat Anti Jamur,Persepsi dan Perilaku Konsumen