Laporkan Masalah

Pelayanan Diakonia GKJ Klasis Purworejo Melalui CU Angudi Laras Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sarah Kusuma Putri, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.

2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Penelitian ini membahas mengenai peran organisasi masyarakat sipil, khususnya gereja, dalam mewujudkan pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada pelayanan diakonia GKJ Klasis Purworejo melalui koperasi CU Angudi Laras. Penelitian ini menyoroti bahwa pelayanan diakonia gereja tidak lagi bersifat karitatif, tetapi telah bertransformasi menjadi upaya pemberdayaan ekonomi yang inklusif bagi jemaat dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pemberdayaan yang dilakukan melalui CU Angudi Laras dengan menggunakan kerangka teori yang terdiri dari konsep Diakonia, Pemberdayaan, dan Strategi Pemberdayaan. Analisis didasarkan pada tiga tahap pemberdayaan yaitu penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan, serta tiga pilar strategi yang meliputi penciptaan iklim kondusif (enabling), penguatan potensi (empowering), dan perlindungan (protecting).

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka yang melibatkan 19 informan yang terdiri dari pengurus, staf manajemen, mitra, anggota pelaku UMKM kuliner, serta konsumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Sebagai lembaga yang telah berbadan hukum, CU Angudi Laras menyediakan berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan anggota untuk mendukung aktivitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Hasil penelitian menunjukkan pergeseran paradigma dari diakonia karitatif menuju diakonia transformatif, yang menempatkan anggota sebagai subjek pembangunan. Strategi pemberdayaan yang diimplementasikan oleh CU Angudi Laras berjalan holistik dan memberikan dampak positif terhadap kemandirian ekonomi anggota, khususnya pelaku UMKM kuliner. Program pemberdayaan dilaksanakan melalui tahap penyadaran yang diwujudkan dalam pendidikan dasar (enabling), tahap pengkapasitasan melalui pelatihan teknis dan akses permodalan (empowering), serta tahap pendayaan melalui pendampingan usaha dan penyediaan fasilitas promosi (protecting). Meskipun menemukan sejumlah tantangan seperti rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan SDM, serta kendala dalam pembaruan basis data. Namun, CU Angudi Laras tetap berupaya dalam memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi anggota. Secara keseluruhan, strategi pemberdayaan yang diterapkan tidak hanya mendorong keberlanjutan ekonomi, tetapi juga mempertegas peran gereja sebagai agen transformasi sosial yang inklusif di Kabupaten Purworejo.

This research examines the role of civil society organizations, specifically the church, in fostering social development and community welfare, focusing on the diaconal services of GKJ Klasis Purworejo through the CU Angudi Laras cooperative. The study highlights a paradigm shift in diaconal service, moving beyond a purely charitable approach toward inclusive economic empowerment for both the congregation and the general public. This study aims to analyze the implementation of empowerment strategies conducted by CU Angudi Laras, utilizing a theoretical framework encompassing the concepts of Diakonia, Empowerment, and Empowerment Strategy. The analysis is structured around three stages of empowerment—awareness-raising (penyadaran), capacity building (pengkapasitasan), and empowerment (pendayaan)—as well as three strategic pillars: creating a conducive environment (enabling), strengthening potential (empowering), and providing protection (protecting).

Adopting a qualitative case study approach, this research aims to gain an in-depth understanding of the subject matter. Data were gathered through observation, interviews, documentation, and literature review, involving 19 informants, including board members, management staff, partners, culinary MSME actors, and consumers. Data validity was ensured through technical and source triangulation. As a legally incorporated institution, CU Angudi Laras provides a range of products and services to support members' economic activities and enhance their collective welfare.

The findings indicate a paradigm shift from charitable diakonia to transformative diakonia, which positions members as subjects of development rather than mere recipients. The empowerment strategies implemented by CU Angudi Laras operate holistically and yield a positive impact on the economic independence of its members, particularly in the culinary MSME sector. The empowerment program is executed through: 1) the awareness stage, realized through basic education (enabling); 2) the capacity-building stage, through technical training and capital access (empowering); and 3) the empowerment stage, through business mentoring and the provision of promotional facilities (protecting). Despite challenges—such as low member participation, limited human resources, and constraints on database updates—CU Angudi Laras consistently strengthens its members' economic capacity. Overall, the implemented empowerment strategy not only fosters economic sustainability but also reaffirms the church's role as an inclusive agent of social transformation in Purworejo Regency.

Kata Kunci : Diakonia Transformatif, Credit Union, Strategi Pemberdayaan, Gereja Inklusif

  1. S1-2026-498307-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498307-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498307-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498307-title.pdf