Hubungan Hospitalisasi dengan Perkembangan Psikososial Anak dengan Leukimia Limfoblastik Akut (LLA) di Ruang HDNC RSUP DR sardjito Yogyakarta
Tahrir, Induniasih, SKp
1994 | Tugas Akhir | D4 PERAWAT PENDIDIKLeukemia merupakan keganasan terbanyak pada anak dengan insiden yang cukup menarik perhatian yaitu diseluruh dunia mencapai 30-40 % dari seluruh keganasan pada anak. Di RSUP Dr. Sardjito dari Desember 1992 sampai dengan Juli 1998 mencapai 48% dari seluruh keganasan pada anak, dan 2 tahun terakhir merupakan penyakit ke-6 dari 10 besar penyakit yang dirawat inap. Setiap ditegakkan diagnosa leukemia baru pada seorang penderita akan membawa banyak dampak permasalahan, oleh karena penelitian leukemia harus menjalani hospitalisasi isolasi yang cukup lama atas. pertimbangan kerentanan anak terhadap infeksi. Namun selama anak menjalani hospitalisasi, tentunya adanya kebutuhan-kebutuhan lain yang harus terpenuhi seperti, kebutuhan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan psikososial anak. Dalam teori-teori perkembangan dikemukakan bahwa anak- anak yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang tidak atau kurang memperoleh kesempatan dalam mengembangkan psikososialnya akan mempengaruhi kepribadiannya kelak, oleh karena prinsip perkembangan menyatakan bahwa " tahap perkembangan yang lalu akan mempengaruhi tahap perkembangan selanjutnya". Namun demikian, kiranya perlu pemubktian secara ilmiah tentang hubungan antara hospitalisasi dengan perkembangan psikosoial anak terutama pada penderita leukemia. Untuk itu penulis melakukan penelitian tentang hubungan hospitalisasi dengan perkembangan psikososial anak "Er" di ruang HDNC RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dengan metode kualitatif yang pendekatannya adalah deskriptif asosiatif untuk mendapatkan jawaban yang bermakna.
Kata Kunci : Leukimia, hospitalisasi, perkembangan psikosoial, Anak