Laporkan Masalah

PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALUMINIUM PADUAN DARI BAHAN VELG MOBIL

I Gede Christna Hadinatha, Ir. Samsudin

2006 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Aluminium merupakan logam ringan yang memiliki banyak keistimewaan, diantaranya: memiliki bobot yang ringan, ketahanan terhadap korosi yang baik, mudah difabrikasi, serta merupakan konduktor panas yang baik. Salah satu jenis aluminium paduan yang paling banyak digunakan adalah aluminium tuang A 356.0 dengan unsur paduan utama silikon dan magnesium. Dalam pemakaiannya, aluminium paduan memerlukan berbagai macam proses penyambungan. Salah satu jenis penyambungan yang paling banyak digunakan adalah pengelasan dengan menggunakan las TIG (Tungslen Inerl Gus). Selama proses pengelasan, terjadi pencairan dan pembekuan logam induk dan.filler. Proses ini menyebabkan terjadinya perubahan sifat fisis dan mekanis pada material. Perbaikan atau peningkatan sifat fisis dan mekanis dapat dilakukan dengan proses perlakuan panas atau heot treotment setelah pengelasan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan material aluminium paduan dari bahan velg mobil yang setara dengan A 356.0. Velg mobil terlebih dahulu dicor kembali sehingga dihasilkan benda kerja berbentuk kepingan. Kepingan aluminium paduan ini dilas dengan las TIG dan selanjutnya dilakukan perlakuan panas. Perlakuan panas yang dilakukan terdiri dari dua tahap, yaitu solution hedt treatmenl dengan cara memanaskan material pada temperatur 525 "C selama 3 jam dan ageing dengan cara memanaskan material pada temperatur 180 "C kemudian menahannya dengan variasi waktu 60, 90. 120, dan 150 menit. ^Peningkatan kekuatan tarik tertinggi sebesar 109,71 %o, yaitu dari 9,06 Kg/mm'menjadi l9 Kg/mm'diperoleh setelah dilakukan solution heul treatment dan ageing dengan waktu penahanan selama 90 menit. Kekerasan material pada daerah HAZ dan logam induk juga mengalami peningkatan pada kondisi perlakuan panas yang sama. Peningkatan kekerasan tertinggi daerah HAZ sebesar 127,17 oh, yaitu dari 43,73 VHN (Kg/mm') menjadi 99,34 VHN (Kg/mmf. Sedangkan kekerasan logam induk meningk^at sebesar 129,66 %, yaitu dari 40,87 VHN (Kg/mm') menjadi 93,86 VHN (Kg/mm'). Peningkatan kekerasan setelah proses ageing tetladi karena adanya pengendapan alax presipilasi unsur magnesium dan silikon membentuk senyawa Mg2Si. Hat sebaliknya terjadi pada logam las, dimana setelah proses heat treatment terjadi penurunan kekerasan. Penurunan kekerasan terbesar, yaitulS,l | 0% atau turun dzrl 74,09 VHN (Kg/mm') menjadi 60,67 VHN (Kg/mm'), terjadi setelah solution heat treatment dan diteruskan dengan ageing selama 60 menit.

Kata Kunci : .filler, heat lrealment, solution heat treotment, ageing, presipitas

  1. S1-FTK-2007-I_Gede_Christna_Hadinatha-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2007-I_Gede_Christna_Hadinatha-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2007-I_Gede_Christna_Hadinatha-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2007-I_Gede_Christna_Hadinatha-title.pdf