Laporkan Masalah

Pengaruh Naringenin dan Naringin secara In Vitro terhadap aktivitas glutation S-Transferase tikus

UTAMI, Wahyu, Dr. Sudibyo Martono, MS.,Apt

2005 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Senyawa-senyawa fenol yang terdapat dalam tanaman telah terbukti mampu menghambat aktivitas glutation S-transferase (GST). Beberapa senyawa flavonoid yaitu fisetin, mirisetin, kaempferol, kuercetin, baikalein, kuersitrin, krisin, baikalin, morin, rutin, dan apigenin dilaporkan juga dapat menghambat aktivitas GST. Naringenin dan naringin merupakan senyawa flavonoid golongan flavanon yang banyak terdapat dalam jeruk, anggur, dan tomat. Pada penelitian ini ingin diketahui apakah naringenin dan naringin mampu menghambat aktivitas GST sitosol hati, ginjal, pulmo, dan intestin tikus secara in vitro menggunakan substrat 1-kloro-2,4-dinitrobenzen (CDNB), 1,2-dikloro-4-nitrobenzen (DCNB), dan asam etakrinat (AE). Kemampuan penghambatan terhadap aktivitas GST tersebut dibandingkan dengan kurkumin yang telah dilaporkan merupakan inhibitor poten terhadap GST hati tikus. Glutation S-transferase dalam fraksi sitosol tikus disiapkan dengan metode Lundgren dkk (1987). Penentuan kadar protein dalam fraksi sitosol menurut metode Lowry dkk (1951) dengan bovine serum albumin (BSA) sebagai standar baku. Kemudian dilakukan penentuan aktivitas GST pada reaksi antara GSH dengan substrat CDNB, DCNB, maupun AE secara spektrofotometri menurut metode Habig dkk (1974). Dari hasil yang diperoleh berupa aktivitas GST dengan dan tanpa penambahan senyawa uji, selanjutnya ditentukan nilai IC50 naringenin, naringin, dan kurkumin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naringenin menghambat aktivitas GST hati, ginjal, pulmo, dan intestin tikus (substrat CDNB) dengan nilai IC50 berturut-turut (79,57 ± 3,12); (77,33 ± 1,6); (62.06 ± 1.54); (60,58 ± 1,52) μM, juga menghambat aktivitas GST kelas mu (substrat DCNB) hati tikus dengan nilai IC50 (91,99 ± 0,88) μM dan menghambat aktivitas GST kelas pi (substrat AE) ginjal tikus dengan nilai IC50 (67,76 ± 1,22 μM). Naringin menghambat aktivitas GST hati, ginjal, pulmo, dan intestin tikus (substrat CDNB) dengan nilai IC50 berturut-turut (303,49 ± 5,88); (257,52 ± 5,79); (266,94 ± 8,06); (276,09 ± 5,67) μM, juga menghambat aktivitas GST kelas mu (substrat DCNB) hati tikus dengan nilai IC50 (185,96 ± 3,78) μM dan menghambat aktivitas GST kelas pi (substrat AE) ginjal tikus dengan nilai IC50 (113,15 ± 4,47) μM. Kurkumin menghambat aktivitas GST hati, ginjal, pulmo, dan intestin tikus (substrat CDNB) dengan nilai IC50 berturut-turut (18,22 ± 0,32); (64,79 ± 2,03); (17,82 ± 0,51); (21,22 ± 3,70) μM, juga menghambat aktivitas GST kelas mu (substrat DCNB) hati tikus dengan nilai IC50 (8,20 ± 0,11) μM dan menghambat aktivitas GST kelas pi (substrat AE) ginjal tikus dengan nilai IC50 (39,58 ± 0,81) μM. Penghambatan aktivitas GST naringin < naringenin < kurkumin baik dalam pengukuran menggunakan substrat CDNB, DCNB, maupun AE (p < 0,05 dengan uji Friedmann).

Glutathione S-transferase (GST) have been reported to be inhibited by plant phenols. Some flavonoid compounds like fisetin, myricetin, kaempferol, quercetin, baicalein, quercitrin, chrysin, baicalin, morin, rutin, and apigenin have shown their capability of inhibited GST activity. The flavanones naringenin and naringin are the most abundant polyphenols in citrus, grape, and tomato. This research has been performed in order to know whether naringenin and naringin inhibit GST activity from liver, renal, pulmo, and rat intestin toward selected substrates : 1-chloro-2,4-dinitrobenzene (CDNB), 1,2-dichloro-4-nitrobenzene (DCNB), and ethacrynic acid (EA) or not. And their inhibitory ability of GST activity is compared with curcumin, which have been reported as a potent inhibitor of liver GST activity of the rat. Preparation of sitosol fraction which contains GST as described by Lundgren et al. (1987). Protein was determined according to the method of Lowry et al. (1951) with bovine serum albumin (BSA) as the standard. GST activity was assayed by the conjugation reaction of CDNB, DCNB, and EA as substrates and glutation (GSH) spectrometrically, as described by Habig et al. (1974). IC50 can be calculated by the different of GST activity before and after treatment with tested compound. The result shown that naringenin inhibit GST activity from rat liver, renal, pulmo, and intestine (CDNB substrate) with IC50 (79,57 ± 3,12); (77,33 ± 1,6); (62.06 ± 1.54); (60,58 ± 1,52) μM respectively, inhibit GST mu class (DCNB substrate) from rat liver with IC50 (91,99 ± 0,88) μM, inhibit GST pi class (EA substrate) from rat renal with IC50 (67,76 ± 1,22) μM. Naringin inhibit GST activity from rat liver, renal, pulmo, and intestine (CDNB substrate) with IC50 (303,49 ± 5,88); (257,52 ± 5,79); (266,94 ± 8,06); (276,09 ± 5,67) μM respectively, inhibit GST mu class (DCNB substrate) from rat liver with IC50 (185,96 ± 3,78) μM, inhibit GST pi class (EA substrate) from rat renal with IC50 (113,15 ± 4,47) μM. Curcumin inhibit GST activity from rat liver, renal, pulmo, and intestine (CDNB substrate) with IC50 (18,22 ± 0,32); (64,79 ± 2,03); (17,82 ± 0,51); (21,22 ± 3,70 ) μM respectively, inhibit GST mu class (DCNB substrate) from rat liver with IC50 (8,20 ± 0,11) μM, inhibit GST pi class (EA substrate) from rat renal with IC50 (39,58 ± 0,81) μM. Inhibition of GST activity showed the following order : naringin < naringenin < curcumin (p < 0,05 with Friedmann Test).

Kata Kunci : Obat,Senyawa Naringin dan Naringenin,GST, naringenin, naringin, GST, inhibitor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.