Laporkan Masalah

GRADUASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DAN IMPLIKASINYA PADA MODAL SOSIAL: STUDI DI KALURAHAN PANJANGREJO, KABUPATEN BANTUL

Desi Purwati, Dr. Mulyadi, M.P.P.

2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi P2K2 pada keberhasilan graduasi PKH dan modal sosial. Graduasi PKH merupakan berakhirnya kepesertaan rumah tangga sebagai penerima bantuan sosial karena peningkatan kondisi ekonomi. PKH bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan mencegah risiko sosial. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan tujuan PKH melalui P2K2. P2K2 bagian dari pendampingan yang dilaksanakan untuk mendorong perubahan perilaku dan pola pikir KPM PKH. Namun, negara dalam mendistribusikan PKH masih mengalami kesalahan eksklusi dan inklusi. Hal ini menciptakan stigma kepada penerima bantuan sosial. Stigma yang berkembang mengakibatkan kecemburuan sosial, ketidakpercayaan pada pemerintah, dan kurang keterlibatan dalam kelompok. Studi ini menggunakan konsep perlindungan sosial dari Barrientos yang menjelaskan bahwa perlindungan sosial bertujuan untuk mengurangi risiko guncangan dan mengentaskan kemiskinan. Konsep bantuan sosial juga dipadukan dalam studi ini guna menjelaskan implementasi PKH. Selain itu, P2K2 dijelaskan menggunakan konsep pengelolaan program yang digabungkan dengan konsep graduasi bantuan sosial untuk mengetahui dampaknya. Komponen pada keberhasilan graduasi yaitu, ketahanan pangan, pendapatan, aset, tabungan, pemberdayaan, kesehatan, dan pendidikan. Studi ini menggunakan konsep modal sosial Robert D. Putnam guna mempertajam analisis dampak dari keberhasilan graduasi PKH pada modal sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Penelitian dilakukan di Kalurahan Panjangrejo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumber data primer yang digunakan adalah hasil wawancara mendalam dari 14 Informan yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul, Dinas Sosial Kabupaten Bantul, pendamping sosial, Pemerintah Kalurahan Panjangrejo, KPM PKH, dan tokoh masyarakat. Selain itu, teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, menyajikan, menganalisis, dan memverifikasi data. Teknik triangulasi sumber digunakan dalam penelitian ini guna memastikan keabsahan data. Hasil penelitian ini memaparkan temuan tentang implikasi P2K2 guna mencapai keberhasilan graduasi PKH dan modal sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontribusi P2K2 telah berhasil mengubah pola pikir dan perilaku KPM PKH hingga mendorong keputusan graduasi PKH. Di samping itu, graduasi PKH berdampak pada modal sosial di lingkungan masyarakat yaitu perubahan cara pandang, mengurangi kecemburuan sosial, meningkatkan kepercayaan diri, dan keterlibatan sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan kebijakan graduasi PKH menjadi solusi membangun modal sosial. 

This study aims to analyse the implications of P2K2 on the success of PKH graduation and social capital. PKH graduation is the end of a household participation as a recipient of social assistance programme due to an improved economic condition. PKH aims to reduce poverty and prevent social risks. One of the efforts made by the government to achieve graduation is through P2K2. P2K2 is part of the assistance to encourage behavioural and mindset change among PKH beneficiary families. However, the state still errors of data exclusion and inclusion when distributing PKH. This creates stigma for social assistance recipients. The stigma that develop result in social jealousy, distrust of the government, and lack of involvement in the community. This study uses Barrientos' concept of social protection, which explains that social protection aims to reduce the risk of shock and alleviate poverty. The concept of social assistance is also incorporated into this study to explain how the implementation of PKH. In addition, P2K2 is explained using the concept of social assistance graduation to assess its impact. The components of successful graduation are food security, income, assets, savings, empowerment, health, and education. This study uses Robert D. Putnam's concept social capital to sharpen the analysis of the impact of successful PKH graduation on social capital. This study utilised a descriptive qualitative method. The research was conducted in Panjangrejo Village, Pundong Subdistrict, Bantul Regency, Special of Yogyakarta. The primary data sources used were in-depth interviews with 14 informants, namely the Bantul Regency Regional Development Planning Agency, the Bantul Regency Social Service, social workers, the Panjangrejo Village Government, KPM PKH, and community leaders. In addition, the data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. The analysis techniques used were data reduction, presentation, analysis, and verification. The source triangulation techniques were used in this study to ensure data validity. The results of this present the findings on the implications of P2K2 to for achieving PKH graduation and social capital. This study concludes that the contribution of P2K2 has successfully changed the mindset and behaviour of KPM PKH, thereby encouraging the decision to graduate from PKH. In addition, PKH graduation has an impact on social capital in the community, namely changing perspectives, reducing social jealousy, increasing self confidence, and social involvement. Thus, this study confirms that the PKH graduation policy is a solution for building social capital.

Kata Kunci : PKH, Graduasi PKH, Modal Sosial, Pendampingan, P2K2

  1. S1-2026-481121-abstract.pdf  
  2. S1-2026-481121-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-481121-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-481121-title.pdf