Laporkan Masalah

Pemetaan Tingkat Kesulitan Jalur Trekking Berdasarkan Kondisi Fisik dan Persepsi Pengunjung di Kawasan Wisata Hutan Tritis Taman Nasional Gunung Merapi

Eziel Ivander David Simbolon, Ir. Wiyono, S.Hut., M.Si.

2026 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesulitan jalur trekking berdasarkan kondisi fisik jalur serta persepsi pengunjung di kawasan Hutan Tritis, Taman Nasional Gunung Merapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, di mana analisis kondisi fisik jalur dilakukan sebagai metode utama yang didukung oleh data persepsi pengunjung untuk memperkaya interpretasi hasil. Penilaian kondisi fisik jalur dilakukan menggunakan lima parameter, yaitu kemiringan lereng, lebar jalur, jenis medan, ketinggian (elevasi), dan panjang jalur. Parameter kemiringan lereng, lebar jalur, jenis medan, dan ketinggian dianalisis per segmen sepanjang 100 meter, sedangkan panjang jalur dianalisis pada tingkat jalur secara keseluruhan. Penilaian dilakukan menggunakan metode simple rating scale yang diklasifikasikan menjadi tiga tingkat kesulitan, yaitu mudah, menengah, dan sulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur didominasi oleh kategori mudah (87,7%), dengan sisanya tergolong kategori menengah, serta tidak ditemukan kategori sulit. Parameter lebar jalur dan jenis medan merupakan faktor yang paling berpengaruh, sedangkan kemiringan lereng relatif tidak dominan karena kondisi landai. Persepsi pengunjung menunjukkan bahwa jalur secara umum dinilai mudah, meskipun sebagian kecil responden menilai jenis medan tidak mudah akibat kondisi licin dan tertutup vegetasi. Temuan ini menunjukkan kesesuaian antara analisis kondisi fisik dan persepsi pengunjung, di mana persepsi berfungsi sebagai pembanding dan penguat terhadap hasil kuantitatif. Peta tingkat kesulitan jalur yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung pengelolaan dan pengembangan ekowisata yang aman dan berkelanjutan.

 

This study aims to analyze the level of trekking trail difficulty based on the physical conditions of the trails and visitor perceptions in the Tritis Forest area, Mount Merapi National Park. This study employs a descriptive quantitative approach, in which the analysis of physical trail conditions is conducted as the main method, supported by visitor perception data to enrich the interpretation of the results. The assessment of physical trail conditions is carried out using five parameters, namely slope gradient, trail width, terrain type, elevation, and trail length. The parameters of slope gradient, trail width, terrain type, and elevation are analyzed per 100-meter segment, while trail length is analyzed at the overall trail level. The assessment is conducted using a simple rating scale method classified into three levels of difficulty, namely easy, moderate, and difficult. The results show that the trails are dominated by the easy category (87.7%), with the remainder classified as moderate, and no difficult category identified. Trail width and terrain type are the most influential factors, while slope gradient is relatively less dominant due to generally gentle conditions. Visitor perceptions indicate that the trails are generally considered easy, although a small proportion of respondents perceive the terrain as not easy due to slippery conditions and vegetation cover. These findings indicate consistency between the analysis of physical conditions and visitor perceptions, in which perception functions as a comparison and reinforcement of the quantitative results. The resulting trail difficulty map is expected to support the management and development of safe and sustainable ecotourism.

Kata Kunci : Forestry, Ecotourism, Trekking, Geographic Information Systems (GIS), Mapping, National Park

  1. D4-2026-499140-abstract.pdf  
  2. D4-2026-499140-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-499140-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-499140-title.pdf