Laporkan Masalah

Resistensi Hegemoni Patriarki dalam Novel Sitayana

Agesti Siwi Prabantari, Dr. Drs. Sudibyo, M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Sastra

Penelitian ini menggunakan novel Sitayana karya Cok Sawitri yang terbit pertama kali pada tahun 2019. Novel ini merupakan bentuk dekonstruksi tokoh Sita dalam epos Ramayana. Tokoh Sita sering kali tidak diberi banyak ruang untuk berdialog pada karya sastra yang lain, tetapi novel Sitayana mengeksplorasi perasaan Sita mengenai ketidakadilan yang ia terima melalui dialog antar tokoh dan narasi. Keteguhan dalam memegang peran istri yang taat dan setia, Sita melakukan perlawanan secara tersembunyi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perlawanan tersembunyi Sita sebagai seorang perempuan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data primer dan sekunder melalui perspektif Hegemoni karya Antonio Gramsci untuk melihat adanya hegemoni patriarki dan perspektif perlawanan tersembunyi karya James Scott untuk melihat perlawanan yang dilakukan Sita terhadap hegemoni patriarki. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan tersembunyi yang dilakukan Sita dengan cara mencurahkan hati, bertapa, dan bergosip memberikan akhir yang revolusioner karena tindakan tersebut dilakukan secara konstan sehingga perlawanan tersembunyi dapat terakumulasi. Selain itu, gender berperan penting dalam menentukan bentuk perlawanan. Tokoh Kaikeyi dan Trijata yang tidak dapat membicarakan perasaannya secara terang-terangan, sedangkan tokoh Laksamana dan Walmiki dapat berterus terang mengenai ketidaksetujuan dalam novel ini menjadi penguat asumsi bahwa terdapat dominasi dalam satu kelas yang sama karena perbedaan gender yang mengakibatkan bervariasinya bentuk perlawanan. 

This study uses Cok Sawitri’s novel Sitayana, published in 2019. The novel is deconstruction of Sita’s character in the oral tradition of the Ramayana. Sita’s character is not given space for dialogue in other literary works, but the novel explores Sita’s expression of the injustice she suffers by means of dialogue between characters and narrative. The narrative emphasizes her unwavering persistence in fulfilling her role as a loyal wife. On the other hand, Sita exercises agency through hidden forms of resistance. The purpose of this study is to identify Sita’s forms of hidden transcript or hidden resistance as a female subject. This study employs a descriptive qualitative method using primary and secondary data, analyzed through Antonio Gramsci’s theory of hegemony to identify aspects of patriarchal culture, and James C. Scott’s concept of hidden transcripts to examine forms of resistance.

The results indicate that Sita enacted hidden resistance through acts of emotional expression, meditating on the Gods, and gossip. These actions culminate in a revolutionary ending due to their consistent enactment. The final results is the accumulation of hidden resistance. Furthermore, gender significantly influences the forms of hidden resistance that emerge Kaikeyi and Trijata are unable to openly express their feelings, whereas Rsi Walmiki and Laksmana can publicly articulate their disagreement. This contrast reinforces the assumption of a social hierarchy in which gender differences result in the emergence of hidden forms of resistance. 


Kata Kunci : Perlawanan Tersembunyi, James Scott, Hegemoni Patriarki

  1. S2-2026-500967-abstract.pdf  
  2. S2-2026-500967-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-500967-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-500967-title.pdf