Laporkan Masalah

Arahan penggunaan lahan daerah rawan gerakan massa di DAS Tinalah Kabupaten Kulonprogo

SETIAWAN, Cahyadi, Drs. Suyono, MS

2005 | Tesis | S2 Geografi

Penelitian ini berjudul Arahan Penggunaan Lahan Daerah Rawan Gerakan Massa di DAS Tinalah Kabupaten Kulonprogo. Tujuan penelitian ini adalah: 1).Mengevaluasi penggunaan lahan di daerah rawan gerakan massa di DAS Tinalah saat ini. 2).Menganalisis partisipasi masyarakat dalam penggunaan lahan yang disesuaikan untuk menanggulangi gerakan massa. 3) Menyusun arahan penggunaan lahan berdasarkan evaluasi lahan dan partisipasi masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk peta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan pendekatan evaluasi lahan yang dikombinasikan dengan pendekatan partisipasi masyarakat. Daerah penelitian ditentukan berdasarkan metode purposif, yaitu pemilihan daerah penelitian dengan berdasarkan pertimbangan bahwa daerah tersebut dianggap sesuai dengan tujuan penelitian Data sosial ekonomi, pengetahuan, persepsi dan partisipasi dikumpulkan dari responden menggunakan teknik wawancara langsung terhadap responden. Responden ditentukan secara proporsional pada daerah yang tidak sesuai dengan jumlah responden sebanyak 60 rumah tangga. Tipe gerakan massa yang ada pada satuan lahan terpilih daerah penelitian terdiri dari longsoran (slide), nendatan (slump), jatuhan (fall), dan rayapan (creep).Variasi tipe gerakan massa banyak terjadi pada kelas kemampuan lahan IV dan V. Hasil evaluasi penggunaan lahan berdasarkan kelas kemampuan lahan untuk permukiman pada kemampuan lahan I dan II sebenarnya tidak sesuai, akan lebih baik jika dipergunakan untuk sawah tadah hujan intensif. Tindakan konservasinya dengan pembuatan teras guludan dan penanaman tanaman menurut kontur. Penggunaan lahan kelas kemampuan lahan III dan IV sebenarnya sudah sesuai akan tetapi adanya ancaman gerakan massa sebaiknya digunakan untuk sawah tadah hujan terbatas dengan jenis tanaman berakar pendek dan berserabut seperti tanaman jagung, kacang, ketela pohon dan kedelai. Tindakan konservasinya dengan pembuatan teras bangku. Penggunaan lahan pada kelas kemampuan lahan V, VI, VII sebenarnya tidak sesuai, akan lebih baik jika digunakan sebagai hutan atau dibiarkan dalam kondisi alami. Pemanfaatan lahan dengan rumput-rumputan dan dengan pepohonan yang lebih ekonomis adalah yang terbaik. Sedangkan hasil penelitian partisipasi menunjukkan bahwa sebagian besar (66,6 % atau 40 responden) mempunyai partisipasi yang sedang, dan hanya 1,7 % atau 1 responden yang mempunyai partisipasi tinggi.

The title of this research is The Landuse Planning for the mass-movement affected around the Tinalah catchments area in Kulonprogo Regency. It was intended to: 1) evaluate the existing land use in the mass-movement affected around the Tinalah catchments area; 2) analyze the public participation to landuse in proportion to mass-movement tackling; 3) make landuse planning map based on the land evaluation and public participation. The research used a survey method with combination of land evaluation and public participation approaches. The research areas were determined under purposive method, where they were considered as in line with the objective of the economic social data research. Respondents’ understanding, perception and participation were collected under direct interview technique. The respondents were proportionally determined in the inappropriate areas with respondents of 60 households. The mass-movement types of the selected land units of the research areas comprised slide, slump, fall, and creep. The type variations of the mass-movement mostly occurred in the IV and V land capacity classes. Actually, the land use evaluation results showed that, based on the land capacity class, the I and II land capacities should be rather for intensive rice field dependent on rain than for housing. The conserving actions would be terrace making and contour-based plant growing. The land uses of the III and IV land capacity classes were actually suitable. To prevent from mass-movement threat, however, it would be better if they were for rice field dependent on rain, mainly for short-rooted and fibrousrooted plants, like corn, peanut, cassava, and soybean. The conserving action would be making bench terrace. In reality, the land use of the V, VI, and VII land capacity classes were inappropriate. They should be in natural condition or used as forest. The best land use would be growing of grass-type plant and the more economical trees. Regarding the research results on participation showed that most (66.6% or 40) of the respondents were in medium- level of participation, and only 1.7% or 1 respondent was in high- level.

Kata Kunci : Geografi Fisik,Gerakan Massa,DAS,Penggunaan Lahan, mass-movement, land capacity evaluation, public participation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.