HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN PERSEPSI TUBUH DENGAN OBESITAS SENTRAL PADA ANAK USIA 13 – 15 TAHUN DI KULONPROGO, YOGYAKARTA
Dannisa Rahmania Pramudita, Janatin Hastuti, S.Si., M.Kes., Ph.D.; Dr. dr. Zaenal Muttaqien, AIFM.
2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar
Belakang:
Rendahnya aktivitas fisik pada remaja menjadi pemicu utama ketidakseimbangan
energi yang berdampak pada peningkatan risiko obesitas. Kondisi ini menjadi
semakin berisiko jika didukung oleh faktor persepsi tubuh yang tidak akurat
atau cenderung rendah. Dampaknya, muncul ancaman obesitas sentral sebagai
prediktor kuat penyakit kardiovaskular dan beberapa penyakit tidak menular
(PTM) lainnya di masa yang akan datang.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan persepsi tubuh dengan obesitas sentral pada anak usia 13 – 15 tahun di Kulonprogo, Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini
menggunakan desain studi cross sectional dengan melibatkan 211 siswa (laki-laki
= 121 siswa, perempuan = 90 siswa) di SMP Negeri 2 Kalibawang yang dilakukan
pada tahun 2025. Pengukuran antropometri dilakukan dengan mengukur lingkar
pinggang dan tinggi tubuh diukur menggunakan metline dan anthropometer
kit mengacu pada pengukuran ISAK, sedangkan aktivitas fisik dan persepsi
tubuh dinilai menggunakan Physical Activity Questionnaire For Children
(PAQ-C) dan Body Esteem Scale for Adolescents and Adults (BESAA) versi
bahasa Indonesia. Parameter yang digunakan untuk menilai obesitas sentral
adalah rasio lingkar pinggang-tinggi tubuh (RLPTT) dengan kategorisasi tidak
obesitas sentral (<0>Fisher exact’s dan Chi-square.
Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-square,
tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan obesitas
pada seluruh sampel (p = 0,526). Hal yang serupa ditemukan pada hubungan
antara persepsi tubuh dengan obesitas sentral, yaitu tidak ditemukan hubungan
signifikan pada keseluruhan sampel (p = 0,734).
Kesimpulan: Tidak ditemukan korelasi signifikan pada hubungan antara aktivitas fisik dan persepsi tubuh dengan obesitas sentral pada sampel penelitian ini.
Background:
Low
physical activity in adolescents is a major trigger for energy imbalance, which
impacts the increased risk of obesity. This condition becomes even more risky
if supported by inaccurate or generally low body perception factors. As a
result, there is a threat of central obesity as a strong predictor of
cardiovascular diseases and several other non-communicable diseases (NCDs) in
the future.
Objective:
This study aims to analyze the relationship between physical activity and body
perception with central obesity among children aged 13–15 years in Kulonprogo,
Yogyakarta.
Method:
This
study used a cross-sectional study design involving 211 students (male = 121
students, female = 90 students) at SMP Negeri 2 Kalibawang conducted in 2025.
Anthropometric measurements were taken by measuring waist circumference and
height using a stadiometer and anthropometer kit referring to ISAK
measurements, while physical activity and body perception were assessed using
the Physical Activity Questionnaire For Children (PAQ-C) and the Body Esteem
Scale for Adolescents and Adults (BESAA) Indonesian version. The parameter used
to assess central obesity was the waist-to-height ratio (WHtR) categorized as
non-central obesity (<0>
Result:
Based
on the bivariate test results, no significant relationship was found between
physical activity and central obesity in this sample (p = 0,526). A similar
finding was observed in the relationship between body perception and central
obesity, no significant relationship was found in this sample (p = 0,734).
Conclusion: No significant correlation was found between physical activity and body perception with central obesity in this study sample.
Kata Kunci : aktivitas fisik, Kulonprogo, obesitas sentral, persepsi tubuh, remaja, adolescents, body perception, central obesity, Kulonprogo, physical activity