Laporkan Masalah

TINGKAT CAPAIAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI TAMAN WISATA ALAM ANGKE KAPUK, JAKARTA UTARA

Disya Afianingrum, Ir. Retno Nur Utami, M.P., Prof. Dr. Ir. Erny Poedjirahajoe., M.P

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Kekayaan alam Indonesia memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan dikelola menjadi suatu objek pariwisata alam yang dapat mendukung berbagai kepentingan. Kawasan hutan yang memiliki fungsi lindung dapat dikembangkan menjadi ekowisata dengan tindakan konservasi yang tepat menjaga kondisi kelestarian bentang alam. Taman Wisata Alam Angke Kapuk yang berada di wilayah Jakarta Utara merupakan salah satu contoh pemanfaatan kawasan hutan konservasi untuk kegiatan pariwisata alam.

Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara, sebagai salah satu destinasi ekowisata. Penelitian ini dilakukan dengan cara menilai capaian pengelolaan berdasarkan skor indikator pengelolaan yang dihitung melalui rumus yang diajukan oleh Cifor (1999). Adapun indikator pengelolaan yang digunakan dikonstruksi berdasarkan SNI 8013:2024 tentang Prinsip Pengelolaan Pariwisata Alam di Kawasan Hutan, setelah dilakukan modifikasi. Data indikator dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola melalui penggunaan metode purposive sampling, pengisian kuesioner oleh pengunjung yang dipilih dengan menggunakan metode accidental sampling, dan studi pustaka. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif.

Hasil kajian menunjukkan bahwa secara keseluruhan skor indikator pengelolaan ekowisata di Taman Wisata Alam Angke Kapuk termasuk dalam kategori baik, kecuali untuk indikator pelatihan staf. Hal ini ditunjukkan oleh perolehan skor rerata indikator yang bernilai sebesar 20,46; sementara perolehan skor indikator pelatihan staf hanya sebesar 9,33; yang berarti termasuk dalam kategori kurang baik. Sehubungan dengan itu, agar pengelolaan ekowisata di Taman Wisata Alam Angke Kapuk semakin baik, dan sesuai dengan prinsip pengelolaan pariwisata alam yang digunakan, perlu adanya upaya peningkatan dalam hal pelatihan staf.  

Indonesia's natural resources have the potential to be utilized and managed as natural tourism destinations that can support various interests. Protected forest areas can be developed into natural tourism destinations with appropriate conservation measures to maintain the sustainability of the landscape. Angke Kapuk Nature Tourism Park in North Jakarta is one example of the utilization of conservation forest areas for natural tourism activities.

This research was conducted at Angke Kapuk Nature Tourism Park, North Jakarta, a natural tourism destination. This study assessed management performance based on management indicator scores calculated using the formula proposed by Cifor (1999). The management indicators used were constructed based on SNI 8013:2024 concerning the Principles of Nature Tourism Management in Forest Areas, with some modifications. Indicator data were collected through field observations, interviews with managers using a purposive sampling method, questionnaires completed by visitors selected using an accidental sampling method, and literature review. The collected data were then analyzed descriptively.

The study results indicate that the overall score for the nature tourism management indicators at Angke Kapuk Nature Tourism Park is in the good category, except for the staff training indicator. This is demonstrated by the average indicator score of 20,46; while the staff training indicator only scored 9,33; which is considered poor. Therefore, to improve the management of nature tourism at Angke Kapuk Nature Tourism Park and align it with the principles of nature tourism management, staff training needs to be improved.

Kata Kunci : ekowisata, kawasan konservasi, taman wisata alam, Taman Wisata Alam Angke Kapuk, prinsip pengelolaan

  1. S1-2026-473782-abstract.pdf  
  2. S1-2026-473782-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-473782-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-473782-title.pdf