Usia Saat Pertama Menikah dan Migrasi Internal Pekerja Perempuan di Indonesia
Gladys Revalina Sinuraya, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Penelitian ini membahas mengenai hubungan antara usia saat menikah dan migrasi internal pekerja perempuan di Indonesia menggunakan data SUSENAS tahun 2022-2024. Aspek mobilitas geografi perempuan adalah salah satu hal yang sukar dibahas di dalam Indonesia, khususnya bagi mereka yang bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tambahan bukti empiris mengenai alasan perpindahan yang dilakukan oleh perempuan khususnya yang disebabkan oleh institusi pernikahan yang memengaruhi banyak perempuan. IV-Probit adalah metode utama yang akan digunakan untuk menjawab hubungan ini. Adapun, hasil yang ditemukan adalah mereka yang menikah di usia yang lebih muda atau belia akan memiliki potensi untuk bermigrasi lebih dibandingkan mereka yang menunda pernikahannya. Hal ini dapat disebabkan oleh alasan migrasi yang dilakukan bersifat rumah tangga dan kemungkinan terdapat tantangan ekonomi atau relokasi pekerjaan suami individu yang membuat mereka rentan menjadi tied movers di dalam mobilitas geografi ini. Penelitian ini menambah temuan bahwa tradisi dan budaya dalam konteks pernikahan memiliki kemungkinan untuk bersumbangsih pada keputusan migrasi internal pekerja perempuan.
This study investigates the relationship of age at marriage with internal migration of female workers in Indonesia by utilizing SUSENAS data from 2022-2024. Women's geographical mobility is an under-researched topic in the case of Indonesia, especially those who are in the labor market. The purpose of this research is to add to the body of literature that primarily discusses the underlying factors that encourage the movement of female worker due to marriage-related aspects. IV-Probit is the main model that are used to answer this question. The results show that those who marry earlier have a potential to migrate more than those who postpone their marriage. This situation may arise due to the fact that the migration decision is made to maximize household needs such as family income constraints or the husband's work relocation, which drives married female workers to be the tied movers in this geographical mobility. Finally, this research has attempted to provide an insights on how tradition and norms in the aspect of marriage can influence female workers internal migration.
Kata Kunci : Usia saat menikah, Migrasi Internal, IV-Probit, Tied Movers