Laporkan Masalah

Evaluasi Penerapan E-Prescribing Di RSUD Klungkung Menggunakan Metode HOT-FIT Model

Putu Ayuning Dinda Nirmalayanthi, Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes ; dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D

2026 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi

Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung (RSUD) telah mengimplementasikan sistem E-Resep sejak 1 Januari 2023. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan kendala seperti lamanya proses validasi resep serta adanya kesulitan dalam melakukan input data ke dalam sistem. Selain itu, hingga saat ini RSUD Klungkung belum melakukan evaluasi secara komprehensif, sehingga dampak implementasi belum terukur secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan E-Resep menggunakan model Human-Organization–Technology Fit (HOT-Fit).  

Penelitian ini dilaksanakan pada periode Oktober–Desember 2025 dengan melibatkan 113 responden terdiri dari dokter dan farmasi. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner dan dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), sedangkan data kualitatif dianalisis melalui proses pengkodean dan triangulasi data.

Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kualitas informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan struktur organisasi (p>0,05). Sebaliknya, kualitas sistem berpengaruh signifikan terhadap ketiga variabel tersebut (p<0>0,05), namun berpengaruh signifikan terhadap struktur organisasi (p<0>0,05), sementara struktur organisasi dan lingkungan organisasi berpengaruh signifikan terhadap manfaat bersih (p<0>

Klungkung Regional General Hospital has implemented an e-prescribing system since January 1, 2023. This system was expected to improve service efficiency and prescription accuracy. However, several challenges remain in its implementation, including prolonged prescription validation processes and difficulties healthcare professionals encounter when entering medication data into the system. In addition, a comprehensive evaluation of the e-prescribing system has not yet been conducted, resulting in a lack of systematic evidence regarding its overall impact. This study aimed to identify supporting factors and barriers to the successful implementation of the e-prescribing system at Klungkung Regional General Hospital using the Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) evaluation model.

The study was conducted from October to December 2025 and involved 113 respondents, consisting of physicians and pharmacy staff. A mixed methods approach was employed, beginning with a quantitative phase using a questionnaire, followed by a qualitative phase through in-depth interviews. Quantitative data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), while qualitative data were analyzed through coding and data triangulation.

The quantitative analysis revealed that information quality did not have a significant effect on system use, user satisfaction, or organizational structure (p>0.05). In contrast, system quality had a significant effect on all three variables (p<0>0.05), but it did significantly influence organizational structure (p<0>0.05), whereas organizational structure and organizational environment did (p<0>

Kata Kunci : E-prescribing, HOT-Fit, PLS-SEM, mix-methods, evaluasi sistem informasi rumah sakit

  1. S2-2026-546373-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546373-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546373-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546373-title.pdf