Laporkan Masalah

PRODUKSI ENZIM SELULASE DARI ISOLAT BAKTERI RUMEN KERBAU (Bubalus bubalis) DAN OPTIMASI AKTIVITAS ENZIM PADA SUHU YANG BERBEDA

Putri Cantika Wulandari, Dr. Ir. Asih Kurniawati, S.Pt., M.Si., IPM.

2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi substrat dan suhu terhadap aktivitas dan stabilitas enzim fibrolitik dari isolat bakteri rumen kerbau (Bubalus bubalis). Enzim yang diuji yaitu endoglukanase, ?-glukosidase, dan xilanase. Isolat bakteri ditumbuhkan secara anaerob pada medium cair dengan substrat kapas dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 2%, serta diinkubasi pada suhu 39°C selama 7 hari. Produksi enzim terbaik pada substrat yang berbeda diketahui dengan mengukur aktivitas enzim endoglukanase, ?-glukosidase, dan xilanase. Enzim dari konsentrasi substrat 1% digunakan untuk mengetahui karakter serta optimasi aktivitas enzim endoglukanase, ?-glukosidase, dan xilanase pada berbagai suhu, yaitu 35°C, 40°C, 45°C, 50°C, dan 55°C.  Data dianalisis statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa pada rentang konsentrasi substrat kapas 0,5–2% tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap produksi enzim fibrolitik dari rumen kerbau. Aktivitas optimum enzim endoglukanase berada pada suhu 40°C sebesar 472,54 U/mg, ?-glukosidase menunjukkan aktivitas tertinggi pada suhu 45°C dan relatif stabil pada rentang suhu 35°C–55°C. Aktivitas optimum enzim xilanase diperoleh pada suhu 55°C sebesar 12,99 U/mg. Dapat disimpulkan bahwa enzim fibrolitik pada rumen kerbau dapat diproduksi dengan substrat kapas dengan konsentrasi 0,5–2%. Enzim yang diproduksi aktif pada rentang suhu 40°C–55°C dengan suhu optimum yang spesifik untuk masing-masing enzim. 

This study aims to determine the effect of substrate concentration and temperature variations on the activity and stability of fibrolytic enzymes from rumen bacteria isolates of buffalo (Bubalus bubalis). The enzymes tested were endoglucanase, ?-glucosidase, and xylanase. The bacterial isolates were grown anaerobically in liquid medium with cotton substrate at concentrations of 0.5%, 1%, and 2% and incubated at 39°C for 7 days. The best enzyme production at different substrates was determined by measuring the activity of endoglucanase, ?-glucosidase, and xylanase enzymes. Enzymes from a substrate concentration of 1% were used to determine the characteristics and optimization of endoglucanase, ?-glucosidase, and xylanase enzyme activity at various temperatures, namely 35°C, 40°C, 45°C, 50°C, and 55°C. The data were statistically analyzed using a one-way Completely Randomized Design (CRD) with Statistical Product and Service Solutions (SPSS) software. The data obtained showed that in the range of cotton substrate concentrations of 0.5–2%, there was no significant difference in the production of fibrolytic enzymes from buffalo rumen. The optimum activity of endoglucanase enzyme was at 40°C at 472.54 U/mg, while ?-glucosidase showed the highest activity at 45°C and was relatively stable in the temperature range of 35°C–55°C. The optimum activity of xylanase enzyme was obtained at a temperature of 55°C at 12.99 U/mg. The enzymes produced are active within a temperature range of 40°C–55°C, with specific optimal temperatures for each enzyme.

Kata Kunci : ?-glukosidase, endoglukanase, enzim fibrolitik, kapas, suhu, rumen kerbau, xilanase

  1. S1-2026-497531-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497531-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497531-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497531-title.pdf