Konstruksi Identitas Inklusif Muhammadiyah dalam Advokasi Lingkungan Lintas Iman melalui Program Sederek Eco Bhinneka Surakarta
Zikra Syakbani Irwanda, Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, S.I.P.,M.A.
2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Penelitian ini menganalisis konstruksi identitas inklusif Muhammadiyah melalui program advokasi lingkungan lintas iman "Sederek (Saudara) Eco Bhinneka" di Surakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus single-case embedded design, studi ini mengkaji fenomena tersebut melalui lensa Politik Identitas dan Ekoteologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa isu ekologi telah efektif dioperasionalkan sebagai "ruang netral" yang memfasilitasi konstruksi identitas kebersamaan, sehingga mencairkan ketegangan dogmatis dan mentransformasi interaksi lintas iman menjadi aksi kolaboratif konkret. Melalui praksis ekoteologis, Muhammadiyah berhasil membangun Project Identity yang bersifat konstruktivis-inklusif, yang dibuktikan dengan tumbuhnya kepercayaan sosial di kalangan kelompok minoritas serta keberhasilan strategi politik lingkungan dalam mendorong kesadaran kolektif di Surakarta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa advokasi lingkungan lintas iman tersebut merupakan manifestasi nyata dari "Islam Berkemajuan" yang memposisikan Muhammadiyah sebagai agen perubahan sosial inklusif yang responsif terhadap tantangan ekologis di tingkat lokal maupun global.
This study analyzes the construction of Muhammadiyah's inclusive identity through the interfaith environmental advocacy program "Sederek Eco Bhinneka" in Surakarta. Using a qualitative approach with a single-case embedded design, this study examines this phenomenon through the lenses of Identity Politics and Ecotheology. The research findings indicate that ecological issues have been effectively operationalized as a "neutral space" that facilitates the construction of a shared identity, thereby dissolving dogmatic tensions and transforming interfaith interactions into concrete collaborative actions. Through ecotheological praxis, Muhammadiyah has succeeded in building a constructivist-inclusive Project Identity, as evidenced by the growth of social trust among minority groups and the success of its environmental political strategy in fostering collective awareness in Surakarta. This study concludes that this interfaith environmental advocacy is a concrete manifestation of "Progressive Islam" that positions Muhammadiyah as an agent of inclusive social change that is responsive to ecological challenges at the local and global levels.
Kata Kunci : Muhammadiyah, Identitas Inklusif, Ekoteologi, Sederek Eco Bhinneka, Politik Identitas.