Narasi Orientalisme dalam Praktik Bantuan Asing: Diskursus Band Aid (1984-2024) dan Reproduksi Relasi Kuasa Global antara Barat dan Afrika
Hanny Nurfiani, Dr. Atin Prabandari
2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Pada pertengahan 1980-an, bencana kelaparan di Etiopia mendorong berbagai aktor internasional, termasuk sekelompok musisi asal Inggris, untuk membentuk kelompok amal bernama Band Aid. Melalui penjualan lagu Do They Know It’s Christmas?, mereka berhasil menggalang dana untuk bantuan kemanusiaan ke Etiopia. Selama beberapa dekade, Band Aid tetap eksis dan menyesuaikan agenda penggalangan amalnya sebagai respons terhadap berbagai krisis di Afrika. Dalam kajian Hubungan Internasional, bantuan asing sering dipandang sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan dan mendorong pembangunan. Namun, praktik bantuan asing sering kali disertai dengan narasi orientalis yang membingkai Afrika sebagai entitas eksotis, terbelakang, dan inferior yang membutuhkan penyelamatan. Penelitian ini berusaha menganalisis bagaimana kampanye Band Aid (1984–2024) mengonstruksi, mengartikulasikan, dan menguatkan relasi kuasa global antara Barat dan Afrika yang timpang melalui narasi orientalisme yang direproduksi dalam setiap dekadenya. Studi ini menggunakan analisis wacana kritis Fairclough dalam tiga dimensi, yaitu: 1) teks, yang fokus pada evolusi lagu Do They Know It’s Christmas? (lirik, sampul album, dan video musik) pada tiap dekadenya, 2) praktik diskursif, yang fokus pada dinamika proses produksi, sirkulasi, dan konsumsi kampanye Band Aid, dan terakhir 3) praktik sosial, yang fokus pada penjelasan kondisi sosial-historis yang membentuk praktik Band Aid. Hasil analisis menunjukkan bahwa kampanye Band Aid (1984–2024) secara konsisten memuat narasi orientalis, yang membingkai Afrika dengan menekankan relasi hierarkis antara Barat dan Afrika, pembedaan identitas yang menempatkan Afrika sebagai the other, serta penggambaran Afrika sebagai wilayah yang diasosiasikan dengan penderitaan dan kemalangan. Representasi ini mengartikulasikan dan memelihara relasi kuasa global yang sebelumnya timpang antara Barat dan Afrika. Penelitian ini memberikan pemahaman bagaimana narasi dalam praktik bantuan asing berperan sebagai instrumen pembentuk relasi kuasa global.
In the mid-1980s, the famine in Ethiopia triggered various international actors, including several British musicians, to create the charity group called Band Aid. Through the song “Do They Know It’s Christmas?”, they successfully raised funds for humanitarian aid to Ethiopia. Over the decades, Band Aid has continued to exist and evolve in response to various crises in Africa. In International Relations, foreign aid is often considered as a way to alleviate poverty and foster development. However, foreign aid practices often use orientalist narratives that frame Africa as an exotic, backward, and inferior region in need of rescue. This study aims to analyze how Band Aid campaigns (1984–2024) construct, articulate, and reinforce unequal global power relations between the West and Africa through the reproduction of orientalist narratives across different decades. This study uses Fairclough’s critical discourse analysis across three dimensions: (1) text, focusing on the evolution of the song Do They Know It’s Christmas? (including lyrics, album covers, and music videos) across each decade, (2) discursive practice, examining the processes of production, circulation, and consumption of the Band Aid campaigns, and (3) social practice, focusing on the socio-historical conditions that shaped Band Aid’s practices. The findings show that Band Aid campaigns (1984–2024) consistently contain orientalist narratives that frame Africa by emphasizing hierarchical relations between the West and Africa, constructing identity distinctions that position Africa as the “other,” and portraying Africa as a region associated with suffering and misfortune. These representations articulate and sustain unequal global power relations that existed before between the West and Africa. This research contributes to understanding how narratives within foreign aid practices function as instruments that shape global power relations.
Kata Kunci : Band Aid, bantuan asing, orientalisme, relasi kuasa global, analisis wacana kritis.