Laporkan Masalah

Pemberdayaan Perempuan pada Kelompok Samudera Tihi-Tihi melalui Program Waste Free Ocean for Future Fit Society PT Badak NGL

Zaqya Fatia Rohmawati, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.

2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Permasalahan kemiskinan masih menjadi tantangan utama di berbagai wilayah, termasuk di Kota Bontang. Kondisi ini menyebabkan perempuan mengalami ketidakberdayaan dalam memperoleh akses dan peluang terhadap sumber daya sosial dan ekonomi. PT Badak NGL melalui program Waste Free Ocean for Future Fit Society berupaya memberdayakan perempuan di Kampung Tihi-Tihi dengan meningkatkan kapasitas, keterampilan, kemandirian ekonomi, serta peran aktif perempuan dalam kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses dan hasil pemberdayaan perempuan di Kelompok Samudera dengan menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat dan capaian keberhasilan pemberdayaan perempuan untuk menganalisis temuan data di lapangan. Konsep pemberdayaan digunakan untuk memahami bagaimana tahapan pemberdayaan yang dijalankan oleh PT Badak NGL, sementara konsep capaian keberhasilan pemberdayaan digunakan untuk melihat hasil pemberdayaan perempuan di Kelompok Samudera melalui lima tingkatan.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan total 16 informan, yang terdiri dari pengurus dan anggota Kelompok Samudera, pihak perusahaan, pemerintah, serta masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan program pemberdayaan perempuan. Penentuan informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas temuan secara valid.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan melalui program Waste Free Ocean for Future Fit Society dilakukan melalui 3 tahap pemberdayaan, yaitu tahap penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Pada tahap penyadaran dilakukan melalui kegiatan FGD untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat, sekaligus merumuskan kebutuhan dan permasalahan yang ada. Tahap pengkapasitasan dilakukan melalui berbagai kegiatan pelatihan yang meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam menciptakan peluang ekonomi baru. Tahap pendayaan dilakukan dengan memberikan akses dan kesempatan, seperti akses pemasaran dan pemberian bantuan dana. Sementara itu, capaian keberhasilan program, dilihat melalui 5 aspek. Pada tingkat kesejahteraan, terjadi perubahan kondisi ekonomi melalui peningkatan pendapat tambahan bagi individu maupun keluarga. Dalam hal akses, perempuan kini memiliki kesempatan pelatihan yang setara dengan laki-laki, berbeda dari kondisi sebelumnya yang lebih banyak dinikmati pihak laki-laki. Kemudian, pada tingkat kesadaran, program berhasil menumbuhkan kesadaran kritis perempuan, sehingga mereka dapat memaknai dirinya sebagai individu yang mampu, tercermin dari pergeseran kesadaran diantara ibu-ibu dan bapak-bapak. Pada tingkat partisipasi, terlihat keikutsertaan aktif ibu-ibu dalam diskusi, serta proses pengambilan keputusan. Terakhir, pada tingkat kontrol, perempuan memiliki kendali atas pengambilan keputusan terkait pendapatan dan pengelolaan usahanya di tingkat individu dan kelompok. Hal ini menandakan bahwa capaian terpenting dalam hasil pemberdayaan yaitu tingkat kontrol, dimana pada tingkat ini seseorang dapat dikatakan telah berdaya dan sejahtera. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan perempuan dapat meningkatkan peran perempuan di Kelompok Samudera, baik dari sisi kesejahteraan, akses, kesadaran, partisipasi, maupun kontrol. Program ini tidak hanya memberikan peluang ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis dan kemandirian perempuan, sehingga mereka mampu berperan aktif di kelompok dan masyarakat. Dengan demikian, program ini berhasil mewujudkan pemberdayaan perempuan secara menyeluruh, memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan, dan meningkatkan kualitas hidup ke arah yang lebih baik.

Poverty remains a major challenge in various regions, including Bontang City. It makes women powerless in gaining access and opportunities for social and economic resources. PT Badak NGL, through its Waste Free Ocean for Future Fit Society program, strives to empower women in Tihi-Tihi Village by increasing their capacity, skills, economic independence, and active participation within the group. The aim of this study is to understand the process and outcomes of women's empowerment in the Samudera Group by using the concepts of community empowerment and women's empowerment success in order to analyze field data findings. Moreover, the concept of empowerment is used to understand the stages of empowerment implemented by PT Badak NGL, while the concept of empowerment success is used to examine the outcomes of women's empowerment in the Samudera Group across five levels.

This study used a descriptive qualitative method with a total of 16 informants which consisted of administrators and members of the Samudera Group, company representatives, government officials, and community members involved in the women's empowerment program. Furthermore, informants were selected by using purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection was conducted through observation, interviews, documentation, and literature review. In addition, data validity testing was conducted by using triangulation techniques in order to ensure the validity of the findings.

The results of this study show that women's empowerment through the Waste Free Ocean for Future Fit Society program is conducted through three stages: awareness, capacity building, and empowerment. The awareness stage involved focus group discussions (FGDs) in order to raise community awareness and motivation while simultaneously identifying existing needs and problems. The capacity building stage involved various training activities that improved women's skills in creating new economic opportunities. The empowerment stage involved providing access and opportunities; such as, marketing access and financial assistance. Meanwhile, the program's success was measured through five aspects. At the welfare level, there has been a change in economic conditions through increased income for individuals and families. In terms of access, women now have equal training opportunities with men, different from the previous situation, which predominantly by men. Furthermore, at the awareness level, the program succeeded in fostering women's critical awareness, enabling them to define themselves as capable individuals, reflected in the shift in awareness among both women and men. At the participation level, women's active participation in discussions and decision-making processes exist. Finally, at the control level, women have control over decisions related to income and business management at both the individual and group levels. Therefore, it shows that the most important achievement in empowerment outcomes is the level of control, where an individual can be said to be empowered and prosperous. Overall, the findings of this study indicate that the women's empowerment program can improve women's roles in the Samudera Group, in terms of welfare, access, awareness, participation, and control. This program not only provides economic opportunities, but also fosters women's critical awareness and independence which enables them to play an active role in their groups and communities. Thus, this program successfully achieves comprehensive women's empowerment, strengthens women's roles in decision-making, and improves their quality of life.

Kata Kunci : Kemiskinan, Pemberdayaan Perempuan, Proses, Hasil, Kampung Tihi-Tihi, Poverty, Woman Empowerment, Process, Result, Tihi-Tihi Village

  1. S1-2026-440828-abstract.pdf  
  2. S1-2026-440828-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-440828-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-440828-title.pdf