Laporkan Masalah

Konsumsi oksigen dan nilai hematologis mencit (Mus musculus L.) pada berbagai umur setelah dipapar dengan uap anti nyamuk elektrik

YULIHASTUTI, Dwi Ariani, Drs. Suharno, SU

2005 | Tesis | S2 Biologi

Anti nyamuk merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan oleh masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari. Penggunaan anti nyamuk selain memiliki manfaat dapat juga berdampak negatif bagi kesehatan. Untuk itu perlu diadakan penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh uap anti nyamuk elektrik terhadap konsumsi oksigen, nilai hematologis serta struktur histologi trakea dan pulmo mencit (Mus musculus L.). Hewan uji yang digunakan adalah mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDI sebanyak 36 ekor yang terbagi dalam 3 kelompok perlakuan (kontrol, plasebo dan uap) serta 4 umur awal yang berbeda (1; 2; 3; 4 bulan) dengan 3 ulangan. Pemaparan uap anti nyamuk elektrik diberikan selama 6 jam/hari selama 30 hari. Konsumsi oksigen mencit dihitung setiap hari. Setelah perlakuan 30 hari, darah mencit diambil untuk pemeriksaan nilai hematologis, organ pernafasan (trakea hingga pulmo) diambil untuk pembuatan preparat histologi dengan metode parafin, pewarnaan preparat dengan HE dan PAS. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dan data yang diperoleh dianalisa dengan 2 cara yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisia menggunakan ANAVA dan uji DMRT (Duncan), sedangkan data kualitatif ditampilkan dalam bentuk gambar dan tabulasi. Berdasarkan analisis statistik dan pengamatan, didapatkan hasil bahwa uap anti nyamuk menyebabkan konsumsi oksigen mencit yang dipapar lebih kecil daripada mencit kontrol, jumlah SDM akan meningkat pada semua kelompok umur dan jumlah SDP mencit umur 2 dan 4 bulan juga akan lebih banyak daripada kontrol. Pemberian uap anti nyamuk tidak menimbulkan efek negatif yang nyata terhadap kadar Hb, kadar PCV, kadar COHb, kadar MetHb dan kerapuhan eritrosit pada semua kelompok umur. Pengaruh uap anti nyamuk terhadap struktur histologi trakea dan pulmo berupa erosi silia (silia saling melekat), hipersekresi mukus, metaplasia epitel trakea dan bronkiolus, adanya makrofag di alveolus, penebalan septum alveolus dan emfisema.

Electrical mosquito is one of the chemical substance which used daily by people. The main purpose of the research is to study the influence of vapour electrical mosquito on oxygen consumption, hematological values, trachea and lung histological structure of mice (Mus musculus L.) at different ages. Thirty-six male mice DDI strain are divided into three groups of treatment (control, placebo and exposed) and also 4 different age (1; 2; 3 ; 4 month). The treatment were given exposed by 6 hours everyday of during 30 days. Oxygen consumption of mice was calculated everyday. At the end of treatment, the blood of mice was taken to determine of hematological values, trakea and lung were taken for histological observation stained with paraffin method and with HE and PAS. Device used by CRD (Completely Randomized Design) and the data obtained to be analyzed by 2 ways that is quantitative and qualitative. The data were analyzed by using the Analysis of Variance (ANOVA) and DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). The result showed that the vapour electrical mosquito influence the oxygen consumption at exposed mice little than control mice, increased of RBC all of age group and increased of WBC at exposed mice the age of 2 and 4 month. Exposed of vapour electrical mosquito do not generate the negative effect total of Hb, PCV, COHb, MetHb and fragilitas of erythrocyte all of age group. Influence of vapour mosquito to respiratory system structure in the form of erosian cilia (coherent crossed cilia), hypersekretion mucus, metaplasia, existence of makrofag in alveolus, thick of septum intraalveolus and emphisema.

Kata Kunci : Hematologis Hewan,Konsumsi Oksigen,Uap Anti Nyamuk Elektrik, Oxygen consumption, vapour, electrical mosquito, mice, hematological values.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.