Pola Penggunaan dan Kejadian yang Tidak Diinginkan Serum Wajah (Face Serum) : Studi Cross-Sectional di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Shofiyyah Asiri, apt. M. Novrizal Abdi Sahid, M.Eng., Ph.D., apt. Anna Wahyuni Widayanti, M.P.H., Ph.D.
2026 | Skripsi | FARMASI
Serum wajah merupakan salah satu produk kosmetik perawatan kulit (care cosmetics) yang penggunaannya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan penampilan kulit. Namun, pola penggunaan yang tidak tepat atau kandungan bahan aktif tertentu dalam serum wajah berpotensi menimbulkan adverse events (kejadian yang tidak diinginkan) pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan serum wajah dan kejadian adverse events terkait penggunaan serum wajah pada masyarakat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan pola penggunaan serum wajah dengan kejadian adverse events.
Dengan menggunakan rancangan penelitian observasional cross-sectional, pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring kepada 139 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Kriteria inklusi meliputi individu berusia 18-30 tahun, berdomisili di Provinsi DIY, dan pernah atau sedang menggunakan serum wajah. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi variabel, bivariat dengan uji Chi-square (p-value < 0>adverse events.
Hasil penelitian menunjukkan jenis serum yang paling banyak digunakan adalah serum pencerah (59%), dengan mayoritas responden menggunakan satu produk per hari (74,1%). Frekuensi kejadian adverse events akibat penggunaan serum wajah mencapai 47,1?ngan variasi gejala yang paling sering dialami adalah beruntusan (70,7%), jerawat (60,3%), kemerahan (51,7%), dan gatal (34,5%). Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan signifikan secara statistik antara riwayat pergantian merek (brand switching) (p = 0,006) dan frekuensi pergantian merek (p = 0,006) dengan kejadian adverse events. Dapat disimpulkan bahwa perilaku pergantian produk merupakan faktor yang berhubungan dengan meningkatnya risiko adverse events. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi edukasi kesehatan kulit terkait dengan adverse events dan penggunaan serum wajah.
Facial serum is a skin care cosmetic product that has seen increasing use alongside growing public awareness of skin health and appearance. However, improper use or certain active ingredients in facial serum can potentially cause adverse events on the skin. This study aims to determine the facial serum utilization behaviors and the adverse events among population in the Special Region of Yogyakarta (DIY), as well as to analyze the relationship between sociodemographic characteristics and adverse events.
Using an observational cross-sectional research design, data were collected via an online questionnaire from 139 respondents selected through convenience sampling. Inclusion criteria included individuals aged 18–30 years, residing in the DIY Province, and who were current or former users of facial serums. Data analysis was performed univariately to describe variable distributions, bivariately using the Chi-square test (p-value < 0>
The results showed that brightening serum was the most widely used type (59%), with the majority of respondents using one product per day (74.1%). The prevalence of adverse events due to facial serum use reached 41.7%, with the most frequently experienced symptoms being bumps (70.7%), acne (60.3%), redness (51.7%), and itching (34.5%). Based on bivariate analysis, there was a statistically significant relationship between a history of brand switching (p = 0.006) and the frequency of brand switching (p = 0.006) with the occurrence of adverse events. It can be concluded that brand-switching behavior is a factor associated with an increased risk of adverse events. These findings are expected to serve as a basis for skin health education related to adverse events and the use of cosmetic face serum.
Kata Kunci : Kosmetik, serum wajah, pola penggunaan, karakteristik sosiodemografi, adverse events