Konsumsi dan Kecernaan In Vivo BK-BO pada Kambing Sapera dengan Perlakuan Substitusi Alfalfa Tropik (Medicago Sativa cv Kacang Ratu BW.)
Selma Kartika, Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi alfalfa tropik pada Kambing Sapera terhadap konsumsi dan kecernaan BK-BO. Penelitian menggunakan 12 ekor Kambing Sapera betina yang dipelihara selama 40 hari dengan 10 hari adaptasi dan 30 hari perlakuan pakan. Pakan yang diberikan berupa kombinasi hijauan dan konsentrat dengan perbandingan 70:30. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan P0 (kontrol), P1 (konsentrat 30%, gamal 35?n silase daun singkong 35%), P2 (konsentrat 30%, gamal 35?n indigofera 35%), dan P3 (konsentrat 30%, gamal 35?n alfalfa tropik 35%). Variabel yang diamati berupa komposisi kimia bahan pakan, konsumsi, kecernaan bahan kering dan bahan organik. Hasil menunjukkan nilai konsumsi BK, konsumsi BO, KcBK, dan KcBO pada perlakukan dengan substitusi alfalfa berturut-turut sebesar 68,80 ± 5,55 g/kg BB?·??/hari, 61,28 ± 4,49 g/kg BB?·??/hari, 54,70%, dan 63,88%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa substitusi alfalfa tropik sebagai hijauan tidak berpengaruh nyata pada KcBK (P>0,05) dan berpengaruh nyata pada KcBO, Konsumsi BK dan Konsumsi BO (P<0 xss=removed>Substitusi hijauan Alfalfa Tropik (Medicago sativa cv. Kacang Ratu BW) dalam pakan tidak meningkatkan kecernaan bahan kering secara in vivo pada Kambing Sapera, namun substitusi hijauan Alfalfa Tropik dapat meningkatkan konsumsi BK-BO dan kecernaan bahan organik.
This study aimed to determine the effect of tropical
alfalfa substitution on Sapera goats on dry matter and organic matter intake
and digestibility. The study used 12 female Sapera goats that were raised for 40
days with 10 days for adaptation and 30 days for feed treatment. The feed given
was a combination of forage and concentrate in a ratio of 70:30. The
experimental design used was a completely randomized design with treatments P0
(control), P1 (concentrate 30%, gliricidia 35%, and cassava leaf silage 35%),
P2 (concentrate 30%, gliricidia 35%, and indigofera 35%), and P3 (concentrate
30%, gliricidia 35%, and tropical alfalfa 35%). The variables observed were the
chemical composition of ration, DMI, OMI, DMD, and OMD. The results showed that
the values of DMI, OMI, DMD, OMD in the treatment with tropical alfalfa
substitution were 68.80 ± 5.55 g/kg BW?·??/day, 61.28 ± 4.49 g/kg BW?·??/day,
54.70%, and 63.88%, respectively. The results of the
analysis of variance showed that the substitution of tropical alfalfa as forage
had no significant effect on DMD (P>0.05) and had a significant effect on DMI,
OMI, and OMD (P<0>Medicago sativa
cv. Kacang Ratu BW) in feed did not increase in vivo dry matter
digestibility in Sapera goats, nonetheless substitution of Tropical Alfalfa
increased DM-OM intake and organic matter digestibility.
Kata Kunci : Kambing, Alfalfa, Konsumsi, Kecernaan