Laporkan Masalah

Antara Bertahan dan Pulang: Life History Santri dengan Penderita Gangguan Jiwa Pondok Pesantren Al-Hidayah, Desa Duren, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung

Kinanti Rahmi Khoiri, Prof. dDr. Atik Triratnawati, M.A.

2026 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Pondok Pesantren yang menangani Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih belum banyak ditemukan di Indonesia, kecuali di Temanggung, Jawa Tengah. Fenomena keberadaan pondok pesantren yang merawat dan menangani Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menghadirkan dinamika sosial yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini berupaya untuk menelusuri faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan santri penderita gangguan jiwa untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama serta memahami bagaimana santri beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan pondok. 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan life history yang berlokasi di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Desa Duren, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan sejak bulan September hingga Oktober 2025. Informan meliputi 6 orang santri penderita gangguan jiwa yang terdiri dari 5 santri laki-laki dan 1 perempuan serta 2 key informant (pengelola pondok) sebagai data pendukung. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam serta observasi partisipatif dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori constrained agency dan konsep habitus oleh Bourdieu untuk memahami relasi antara pengalaman hidup, keterbatasan struktural, dan ruang sosial pesantren dalam membentuk keputusan untuk bertahan serta proses adaptasi santri. 

Keputusan santri untuk bertahan di pondok pesantren berkaitan dengan keterbatasan pilihan yang dipengaruhi faktor latar belakang masing-masing santri serta adanya rasa aman dan penerimaan yang diperoleh di lingkungan pondok. Di sisi lain, pondok pesantren ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang alternatif di mana santri dapat membangun kembali identitas diri di luar label ODGJ melalui relasi dan rutinitas sehari-hari. Proses pemulihan kesehatan mental tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial, kultural, dan spiritual yang membentuk pengalaman hidup santri secara menyeluruh. 

Islamic boarding schools (pondok pesantren) that accomodate individuals with mental illness are still relatively rare in indonesia, with one notable example located in Temanggung, Central Java. The presence of a pesantren that provides care and support for people with mental illness to remain in the pesantren for an exteneded period of time and to understand how they adapt to everybody life within pesantren environment. 

This reserach employs a qualitative method with a life history approach and was conduced at Pondok Pesantren Al-Hidayah in Duren Village, Temanggung, Jawa Tengah. The study was carried out from September to October 2025. The informants consisted of six santri with mental illness (five male and one female) also two key informants as supporting data sources. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The data were analysed using the theory of constrained agency and Bourdieu's concept of habitus to understand the relationship between life experiences, structural constraints, and the social space of the pesantren in shaping the decision to remain and the adaptation process of the santri. 

The findings show that the decision to remain in the pesantren is closely related to limited life options influenced by each santri's background, as well as the sense of safety and acceptance found within the pesantren environment. Furthermore, the pesantren functions not only as a place of residence but also as a social and spiritual space that becomes part  of the recovery process. It serves as an alternative space where santri can reconstruct tehir identities beyond the label of mental illness through daily routines and social relationships. The process of mental health recovery, therefore, cannot be separated from the broader social, cultural, and spiritual contexts taht shape the santri's lived experiences. 

Kata Kunci : Pondok Pesantren, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Kesehatan Mental, Life History, Pengobatan Alternatif

  1. S1-2026-497986-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497986-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497986-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497986-title.pdf