Laporkan Masalah

Kajian Faktor Pengaruh Penerapan Sistem Deteksi Dini Berbasis Internet of Things (IoT) dan Respons Awal Kebakaran di Permukiman Padat Kelurahan Kebon Kacang, Kota Jakarta Pusat

Marsya Rizkia Putri Herawan, Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., IPU

2026 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Permukiman padat perkotaan seperti Kelurahan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, menghadapi risiko kebakaran yang tinggi akibat kepadatan bangunan ekstrem, dominasi material semipermanen, dan keterbatasan aksesibilitas fisik bagi kendaraan pemadam kebakaran. Sistem penanggulangan kebakaran yang ada saat ini sepenuhnya bersifat reaktif dan bergantung pada inisiatif manusia, menciptakan kesenjangan kritis di fase deteksi dini. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penerapan sistem deteksi dini berbasis Internet of Things (IoT) dan respons awal kebakaran di kawasan tersebut menggunakan pendekatan deduktif kualitatif. Analisis faktor dilakukan menggunakan Force Field Analysis yang disusun dalam TOE Framework mencakup dimensi teknis, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh faktor penghambat bersifat institusional dan dapat diintervensi melalui kebijakan, sementara faktor pendorong bersifat struktural dan sudah tersedia. Kesiapan pemerintah terkendala oleh kekosongan regulasi teknis spesifik yang menjadi prasyarat penganggaran formal, sementara kesiapan masyarakat kuat secara kognitif namun kondisional secara operasional. Perbandingan dengan praktik internasional mengonfirmasi bahwa regulasi wajib yang disertai skema pembiayaan bersubsidi merupakan model paling efektif untuk konteks permukiman dengan keterbatasan ekonomi warga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan IoT di Kebon Kacang layak secara teknis, diterima secara sosial, dan dapat dibenarkan sebagai investasi publik, namun membutuhkan penyesuaian dalam implementasi berupa model formal berbasis regulasi dan subsidi untuk rusun serta model komunitas berbasis penguatan Redkar untuk permukiman horizontal.

Dense urban settlements such as Kebon Kacang Subdistrict in Central Jakarta face elevated fire risks due to extreme building density, the dominance of semipermanent construction materials, and severely limited physical access for fire-fighting vehicles. Existing fire response systems operate entirely on a reactive basis and rely on human initiative, creating a critical gap in the early detection phase. This study examines the factors influencing the implementation of Internet of Things (IoT)-based early fire detection system and initial fire response in such a context, employing a deductive qualitative approach. Factor analysis was conducted using Force Field Analysis organized within the TOE Framework, encompassing technical, social, economic, institutional, and spatial dimensions. Findings reveal that nearly all inhibiting factors are institutional in nature and addressable through policy interventions, while driving factors are structural and already in place. Government readiness is constrained by the absence of specific technical regulations that serve as the legal basis for formal budget allocation, while community readiness is cognitively strong but operationally conditional. Comparative analysis with international practices confirms that mandatory regulation combined with subsidized financing schemes represents the most effective model for settlement contexts with limited resident economic capacity. The study concludes that IoT implementation in Kebon Kacang is technically feasible, socially accepted, and justifiable as a public investment, but requires differentiated implementation models, a formal model based on regulation and government subsidy for public housing, and a community-based model centered on strengthening the role of Redkar as first response operators for horizontal semipermanent settlements.

Kata Kunci : Internet of Things (IoT), Sistem Deteksi Dini Kebakaran, Permukiman Padat, Force Field Analysis

  1. S1-2026-492706-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492706-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492706-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492706-title.pdf