Laporkan Masalah

Dampak Perubahan Tata Guna Lahan di Masa Depan Terhadap Neraca Air Irigasi pada Daerah Aliran Sungai Opak Menggunakan Soil and Water Assessment Tool

Fajar Ramadhan, Dr.Eng. Ansita Gupitakingkin Pradipta, S.T., M.Eng., IPM. ; Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D, IPM, ASEAN Eng., APEC Eng.

2026 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Perubahan tata guna lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Opak mempengaruhi dinamika hidrologi dan ketersedian air irigasi. Penelitian ini menganalisis dampaknya terhadap neraca air pada tahun 2030, 2040, dan 2050 menggunakan model Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Data tata guna lahan berbasis citra satelit Landsat dan Sentinel-2 dianalisis melalui Google Earth Engine (GEE). Untuk prediksi masa depan tata guna lahan menggunakan plugin Modules for Land Use Change Evaluation (MOLUSCE) berbasis Cellular Automata menghasilkan peta tata guna lahan tahun 2030, 2040, dan 2050. Hasil prediksi diintegrasikan dengan parameter tanah, DEM, dan iklim untuk mensimulasikan komponen neraca air DAS. Hasil menunjukkan bahwa pada periode eksisting 2015-2025 terjadi peningkatan vegetasi sebesar 5.203,04 ha (3,70%) dan lahan terbangun sebesar 1.642,12 ha (1,17%), sementara ladang/kebun menurun 5,09%. Pada proyeksi 2030-2050, lahan terbangun meningkat sebesar 5.436,07 ha (3,86%) dan vegetasi menurun sebesar 2.346,02 ha (1,67%). Model SWAT menunjukkan kinerja baik dengan nilai NSE 0,601 dan R² 0,71. Hasil simulasi menunjukkan bahwa debit sungai rata-rata mengalami penurunan di masa depan, dari 22,92 m³/s pada kondisi baseline menjadi 14,97 m³/s (2030), 23,16 m³/s (2040), dan 16,33 m³/s (2050). Perubahan tata guna lahan mempengaruhi distribusi komponen neraca air  DAS dan irigasi di masa depan, namun variasi curah hujan menjadi faktor dominan dalam menentukan ketersediaan air. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan terjadi defisit air irigasi pada musim kemarau kondisi far future (2050) di Daerah Irigasi Blawong, Pendowo, Payaman, dan Simo.

Kata kunci: DAS Opak, tata guna lahan, neraca air irigasi, GEE, MOLUSCE, SWAT.

Land use change in the Opak Watershed significantly affects hydrological dynamics and irrigation water availability. This study aims to analyze its impact on the water balance in 2030, 2040, and 2050 using the Soil and Water Assessment Tool (SWAT) model. Land use data derived from Landsat and Sentinel-2 satellite imagery were processed using Google Earth Engine (GEE). Future land use projections were generated using the Modules for Land Use Change Evaluation (MOLUSCE) plugin based on Cellular Automata, resulting in land use maps for 2030, 2040, and 2050. These projections were integrated with soil parameters, Digital Elevation Model (DEM), and climate data to simulate watershed water balance components. The results indicate that during the baseline period (2015–2025), vegetation increased by 5,203.04 ha (3.70%) and built-up areas expanded by 1,642.12 ha (1.17%), while agricultural land decreased by 5.09%. In future projections (2030–2050), built-up areas are expected to increase by 5,436.07 ha (3.86%), while vegetation is projected to decline by 2,346.02 ha (1.67%). The SWAT model demonstrated good performance with an NSE value of 0.601 and an R² of 0.71. Simulation results show that the average river discharge is projected to fluctuate but generally decrease in the future, from 22.92 m³/s under baseline conditions to 14.97 m³/s (2030), 23.16 m³/s (2040), and 16.33 m³/s (2050). Land use changes influence the distribution of watershed water balance components and future irrigation conditions; however, rainfall variability remains the dominant factor affecting water availability. This is indicated by the increasing likelihood of irrigation water deficits during the dry season under far-future conditions (2050) in the Blawong, Pendowo, Payaman, and Simo irrigation areas.

Keywords: Opak Watershed, land use change, irrigation water balance, GEE, MOLUSCE, SWAT.

Kata Kunci : Kata kunci: DAS Opak, tata guna lahan, neraca air irigasi, GEE, MOLUSCE, SWAT.

  1. S1-2026-496895-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496895-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496895-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496895-title.pdf