Laporkan Masalah

Tijgerplaag di Jawa Timur, 1900-1930-an

Berlian Dwinda Cahyaning Maharasti Putri, Prof. Dr. Mutiah Amini, M.Hum.

2026 | Skripsi | ILMU SEJARAH

Skripsi ini membahas fenomena tijgerplaag atau ‘wabah harimau’ yang mengancam nyawa manusia dan menyerang hewan ternak di Jawa Timur pada tahun 1900 hingga 1930-an di dalam konteks perubahan lingkungan. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis keterikatan antara perubahan lanskap hutan dengan meningkatnya interaksi fisik antara manusia dengan harimau yang ditandai dengan konflik serangan harimau terhadap manusia dan hewan ternak. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana fenomena tijgerplaag direpresentasikan dalam konstruksi wacana pada pemberitaan surat kabar serta respon dari pihak pemerintah dan masyarakat. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah dan menggunakan berbagai sumber untuk kelengkapan data. Sumber yang digunakan berupa arsip, surat kabar sezaman, buku, artikel, foto, dan peta yang berkaitan dengan topik penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa perubahan lanskap hutan yang merupakan habitat harimau merubah adaptasi harimau hingga dinilai meresahkan masyarakat. Dalam konteks tersebut, respon dan sikap dari pemerintah serta masyarakat penting untuk disoroti terkait fenomena tijgerplaag, upaya perlindungan, hingga punahnya populasi harimau Jawa.

This undergraduate thesis examines the phenomenon of tijgerplaag or the “tiger plague,” which threatened human lives and attacked livestock in East Java from the 1900s to the 1930s within the context of environmental change. The main focus of this study is to analyze the relationship between changes in forest landscapes and the increasing physical interactions between humans and tigers, marked by conflicts involving tiger attacks on humans and livestock. This research also explores how the phenomenon of tijgerplaag was represented in discursive constructions within newspaper reports, as well as the responses from both the government and society. The thesis employs historical research methods and utilizes various sources to ensure data comprehensiveness. These sources include archives, contemporary newspapers, books, articles, photographs, and maps related to the research topic. Based on the findings, it can be concluded that changes in forest landscapes—serving as the natural habitat of tigers—altered tiger behavior and adaptation, leading them to be perceived as a threat by society. In this context, the responses and attitudes of both the government and the public are important to highlight, particularly in relation to the tijgerplaag phenomenon, protection efforts, and the eventual extinction of the Javan tiger population.

Kata Kunci : harimau Jawa, tijgerplaag, lingkungan, lanskap hutan, Jawa Timur

  1. S1-2026-498493-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498493-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498493-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498493-title.pdf