Pengaruh Pupuk Kandang Sapi sebagai Penganti Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan Akar dan Tajuk serta Hasil Beberapa Varietas dan Galur Padi yang di Tanam secara Gogo
Joko Lasono, Ir. Didik Indradewa
2000 | Skripsi | S1 AGRONOMIKebutuhan beras terus meningkat dan harga pupuk anorganik semakin mahal. Salah satu alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut adalah pengembangan usaha tani padi gogo dengan menggunakan varietas yang mampu menghasilkan gabah tinggi meskipun hanya dipupuk organik saja. Masalah yang dihadapi dalam usaha tersebut sehingga perlu dilakukan suatu penelitian. Penelitian dilaksanakan di Kebun Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada bulan November 1998 sampai Mei 1999. Penelitian dilaksanakan dengan rencangan percobaan faktorial 19x3 yang disusun dalam rancangan petak berjalur terdiri atas 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah 19 varietas padi dan faktor kedua adalah macam pupuk, yaitu pupuk anorganik [urea 1,6 g/polybag (200 kg/ha) + SP-36 0,8 g/polybag (100 kg/ha) + KCl 0,8 g/polybag (100 kg/ha)], pupuk campuran [Urea 0,8 g/polybag (100 kg/ha) + SP-36 0,4 g/polybag (50 kg/ha) + KCl 0,4 g/polybag (50 kg/ha) + pupuk kandang sapi 80 g/polybag (10 ton/ha)] dan organik [pupuk kandang sapi 160 g/polybag (20 ton/ha)]. Media yang digunakan adalah tanah jenis regosol. Hasil penelitian menunjukkan varietas/galur S-969-10-265-141, Ketan Merah, Cilosari dan Salumpikit dapat dibudidayakan secara gogo dengan pupuk campuran maupun pupuk organik saja. Ada interaksi antara varietas dan macam pupuk pada parameter umur panen. Galur S--969-10-265-141 cenderung memberikan hasil lebih tinggi dibanding varietas Ketan Merah, Cilosari dan Salumpikit. Pemberian pupuk campuran anorganik dan organik dengan takaran setengah dari rekomendasi cenderung mengakibatkan perakaran, pertumbuhan dan hasil empat varietas/galur tersebut lebih baik dibanding pemberian pupuk anorganik dan organik secara terpisah dengan takaran penuh.
-
Kata Kunci : padi gogo, pupuk kandang, varietas padi