Ketika Nilai Membentuk Perspektif Warga: Perwujudan Pengelolaan Gagasan Pramoedya Ananta Toer dalam Citizenship di Kota Blora
Kania Yolin Malila, Dr. Subando Agus Margono M.Si.
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interpretasi nilai yang muncul dari gagasan Pramoedya Ananta Toer terhadap dinamika pengelolaan citizenship di Kota Blora. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi hermeneutik. Data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui sembilan informan yang pernah bersinggungan dengan Festival SeAbad Pram. Selain itu, data sekunder didapatkan dari buku-buku fiksi karya Pramoedya Ananta Toer yaitu Bumi Manusia dan Panggil Aku Kartini Saja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, analisis dokumen, dan observasi non-partisipan untuk dapat memastikan bahwa informasi yang didapatkan merupakan sumber data yang kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citizenship yang terbentuk di Kota Blora merupakan hasil dari kontestasi yang terjadi antara masyarakat dan pemerintah. Kehadiran nilai kebebasan dan kesetaraan yang muncul dari gagasan Pramoedya yang kemudian diperkenalkan kembali melalui Festival SeAbad Pram telah berhasil mengarahkan kontestasi tersebut ke pembangunan citizenship yang positif dengan adanya indikasi pemenuhan hak sipil, hak politik, dan hak sosial masyarakat oleh pemerintah. Dengan demikian, citizenship tidak hanya dimaknai sebagai sebuah simbol administratif, tetapi dapat dibentuk oleh nilai yang dijunjung masyarakat.
This study aims to examine the interpretation of values emerging from Pramoedya Ananta Toer's ideas toward the dynamics of citizenship management in Blora City. The research method used is a qualitative method with a hermeneutic study approach. The data used in this study is divided into two categories, namely primary data and secondary data. Primary data was collected through nine informants who had been involved with the SeAbad Pram Festival. Meanwhile, secondary data was obtained from Pramoedya Ananta Toer's fictional works, namely Bumi Manusia and Panggil Aku Kartini Saja. Data collection techniques were carried out using interviews, document analysis, and non-participant observation to ensure that the information obtained constitutes credible data sources. The results of the study indicate that the citizenship formed in Blora City is the result of contestation occurring between the community and the government. The presence of the values of freedom and equality emerging from Pramoedya's ideas, which were then reintroduced through the SeAbad Pram Festival, has successfully directed this contestation toward the positive development of citizenship, as indicated by the fulfillment of civil rights, political rights, and social rights of the community by the government. Thus, citizenship is not merely understood as an administrative symbol, but can be shaped by the values upheld by society.
Kata Kunci : citizenship, Pramoedya Ananta Toer, value management