Laporkan Masalah

Dualitas Kekuasaan dan Resistensi dalam Ekonomi Gig: Analisis Dinamika Kerja Remote Gig-Worker di Indonesia

Muhammad Ilham Mansur, Dr. Ratnawati, Dra., S.U.

2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Fenomena ekonomi gig telah menimbulkan berbagai diskusi dalam ilmu sosial dengan berbagai inovasi dan perkembangan yang ditawarkan terutama berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan. Ekonomi gig marak direpresentasikan sebagai “future of work” dengan menawarkan fleksibilitas kerja sebagai bentuk kerja yang baru dan lebih kompatibel dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Terlepas dari berbagai aspek positif yang ditawarkan dalam ekonomi gig, berbagai studi ekonomi gig mempertanyakan aspek kerentanan kerja yang menjadi konsekuensi dari fleksibilitas yang ditawarkan dalam ekonomi gig. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menganalisis dinamika kekuasaan dan resistensi dalam remote gig-work atau kerja gig jarak jauh dalam platform Fiverr dan Upwork di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme, analisis kekuasaan pada penelitian ini menggunakan teori societies of control dan kerangka logics of critical explanation untuk mengeksplorasi aspek material dan diskursif kekuasaan dalam platform Fiverr dan Upwork. Lalu, analisis kekuasaan dikaitkan dengan analisis resistensi dengan menggunakan kerangka analisis resistensi sehari-hari (everyday resistance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem kekuasaan platform dalam platform Fiverr dan Upwork menghambat praktik resistensi terbuka dan juga menjaga eksistensi dari rezim dan praktik kerja neoliberal dalam dinamika kerja gig. Hal ini menyebabkan pekerja gig menerapkan strategi resistensi yang bersifat tersembunyi dan persisten sebagai bentuk agensi pekerja gig dalam platform Fiverr dan Upwork. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa praktik resistensi tidak muncul secara otomatis tetapi merupakan hasil dari interaksi dinamis dengan sistem kekuasaan, begitupun sebaliknya.

The gig economy has sparked a wide range of debates in the social sciences, especially around the innovations and changes it brings to labor. It is often framed as the “future of work,” promising flexibility as a new model that better fits contemporary social needs. Still, despite these advantages, many studies question the trade-offs, particularly the growing vulnerability that comes with such flexibility. This research uses a qualitative approach to examine the dynamics of power and resistance in remote gig work on platforms like Fiverr and Upwork in Indonesia. Drawing on a constructivist perspective, it analyzes power through the lens of the societies of control theory and the logics of critical explanation, exploring both the material and discursive dimensions of power within these platforms. The analysis of power is then connected to resistance by using the framework of everyday resistance. The findings show that platform-based systems of control on Fiverr and Upwork tend to suppress more open forms of resistance, while at the same time reinforcing neoliberal labor regimes and practices. As a result, gig workers are more likely to rely on subtle and persistent forms of resistance as a way of exercising agency within these platforms. Overall, the study suggests that resistance does not simply emerge on its own, but is shaped through ongoing, dynamic interactions with systems of power—and vice versa.

Kata Kunci : Ekonomi Gig, Remote Gig-Work, Resistensi Sehari-hari, Dinamika Kekuasaan

  1. S1-2026-478854-abstract.pdf  
  2. S1-2026-478854-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-478854-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-478854-title.pdf