Laporkan Masalah

Analisis Pekerjaan yang Layak Terhadap Ojek Sampah Berbasis Platform di Octopus Indonesia

Zafira Ferrari, Tapiheru Joash Elisha Stephen, S.I.P., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Penelitian ini berjudul “Analisis Pekerjaan yang Layak Terhadap Ojek Sampah Berbasis Platform di Octopus Indonesia”. Fantasi pekerjaan yang layak dalam pekerjaan berbasis platform mengacu pada imajinasi yang dimiliki oleh individu atau massa kolektif tentang kondisi kerja ideal yang menggabungkan praktik kerja layak dengan fleksibilitas, otonomi, dan kesenangan. Ideologi fantasi ini dapat ditemukan dalam kasus Octopus Indonesia – sebuah platform ekonomi sirkular dan hubungannya dengan mitranya yang disebut sebagai Pelestari.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami Pelestari dan motif mereka untuk bergabung, dan bertahan di pekerjaan berbasis platform meskipun kerentanan tampak jelas. Lebih jauh, penelitian ini menggunakan ideologi fantasi yang dikemukakan oleh Jason Glynos untuk memahami fenomena yang dialami oleh Pelestari, dan bagaimana fantasi di tempat kerja – dalam hal ini pekerjaan berbasis platform dapat tetap bertahan. Kerangka Kerja Pekerjaan Layak yang diusulkan oleh ILO digunakan untuk mengukur inisiatif Octopus Indonesia untuk menyediakan kondisi kerja layak bagi para mitranya, dan bagaimana hal ini memengaruhi Pelestari untuk bergabung dan bertahan hingga perusahaan memutuskan untuk menghilang dan meninggalkan tanggung jawab mereka.

Studi ini menemukan bahwa ideologi fantasi dipertahankan melalui kekuatan hegemonik, normalisasi pekerjaan eksploitatif dengan imbalan fleksibilitas, otonomi, dan rasa pencapaian. Sekalipun kerentanan dan ketidakamanan diidentifikasi oleh Pelestari, kurangnya pilihan dan peluang, proses rekrutmen yang inklusif dan sederhana membuat pilihan mereka sepadan dengan ketidakamanan tersebut.

This study is entitled “Analyzing the Decent Work in Platform-Based Waste Collection at Octopus Indonesia”. The fantasy of decent work in platform-based jobs refers to imagination held by an individual or collective mass of an ideal working condition that combines decent work practices and flexibility, autonomy, and enjoyment. This ideology of fantasy can be found in the case of Octopus Indonesia – a circular economy platform and its relation to its partners (mitra) refers to as Pelestari.

This study aims to understand Pelestari and their motives for joining, and staying at platform-based jobs despite its apparent vulnerabilities and insecurities. Furthermore, this study uses the ideology of fantasy proposed by Jason Glynos to understand the phenomena experienced by Pelestari, and how fantasy in the workplace – in this case platform-based jobs remains to persists. The Decent Work framework proposed by the ILO is used to measure Octopus Indonesia’s initiatives to provide a decent working conditions for its partners, and how this affects Pelestari to join and stayed until the company decided to disappear and left their responsibilities.

This study finds that the ideology of fantasy is sustained through hegemonic power, the normalizing of exploitative work in exchange for flexibility, autonomy, and a sense of accomplishment. While vulnerabilities and insecurities are identified by Pelestari, the lack of choices and opportunities, inclusive and simple recruitment process made their choices worth the insecurities.  

Kata Kunci : fantasy, vulnerability, platform economy

  1. S1-2025-430827-abstract.pdf  
  2. S1-2025-430827-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-430827-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-430827-title.pdf