Evaluasi pengolahan limbah cair Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul di Kabupaten Bantul
NASIR, Muhammad, Prof.Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc
2005 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan LingkungaTujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui proses pengolahan yang dilakukan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul; (2) Mengkaji tingkat efisiensi IPAL, waktu tinggal, volume bak, debit limbah cair dan biaya yang dikeluarkan rumah sakit PKU Muhammadiyah dalam mengolah limbahnya. Cara yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Analisis Deskriptif, dimaksudkan untuk melakukan pengamatan observasi langsung dan hubungannya dengan variabel yang telah ditentukan; (2) Analisis menurut Metcalf and Eddy (1979) dan Dixon (1993), dengan menghitung dari hasil laboratorium terhadap parameter yang digunakan. Proses pengolahan air limbah yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Bantul dilakukan dengan proses fisika dan kimia yaitu dengan aerasi dan pembubuhan kaporit dengan debit aliran debit sebesar 52,7 m3/hr. Air limbah dari kegiatan belum semua dialirkan ke IPAL sebagian masih dialirkan ke bak septik mengingat volume dari unit-unit IPAL belum mampu menampung secara keseluruhan, yang masuk ke IPAL adalah sebesar 31 m3/hr antara lain yang berasal dari laundry 20 m3 (37,9 %), bangsal 9 m3 (17 %) dan UGD 2 m3 (3,8 %) dengan waktu tinggal berkisar antara 0,04 – 0,57 jam, sedangkan kualitas limbah cair yang dihasilkan masih di bawah baku mutu yang ditetapkan. Hasil perhitungan tingkat efisiensi penurunan parameter antara 25 – 98,33%. Biaya yang dikeluarkan RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk mengelolah limbahnya sebesar Rp. 39.594.000.-/tahun sedangkan analisis Benefit Cost Ratio menunjukkan > 1. Sebagai pembanding IPAL rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul, adalah IPAL RSUP.DR.Sardjito Yogyakarta, karena proyeksi tahun ke depan IPAL rumah sakit PKU Muhammadiyah akan merencanakan pengolahan dengan metoda lumpur aktif. Dalam pengelolaan lingkungan khususnya pengolahan limbah cair rumah sakit untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, merujuk kepada Instalasi Pengolahan Air Limbah RSU.DR.Sardjito karena kualitas air limbah dan tingkat efisiensi penurunan parameter menunjukkan antara 90,34 - 100% maka hal ini membuktikan proses dari seluruh unit-unit pengolahan berjalan dengan baik
This research aimed to (1) identify process of wastewater processing done in wastewater processing installation of PKU Muhammadiyah Bantul hospital, and (2) examine efficiency level of IPAL, retain time, volume of container, wastewater discharge rate and cost expended by PKU Muhammadiyah Bantul hospital in processing its wastewater. Methods used in this research are (1) descriptive analysis with direct observation and its relation to predetermined variables; (2) Metcalf and Eddy (1979) and Dixon (1993)'s analysis by calculating result of laboratory examination on used parameter. Process of wastewater processing done in PKU Muhammadiyah Bantul hospital is done with physical and chemical process, that is, with aeration and adding chlorine with discharge rate of 52.7m3/hr. Not all water waste is channeled to IPAL; a part of this is channeled to septic tank, due to less capacity of IPAL units. Wastewater channeled into IPAL is 31 m3/hr that is come from laundry 20 m3/hr (37.9%), ward 9m m3/hr (17%) and UGD 2 m3/hr (3,8%) with retained time of 0.04 t0 0.57 hours. Meanwhile, quality of resulted wastewater is still below established standard. Result of calculation of parameter decrease indicated efficiency rate of 35 – 98.33%. Cost expended by PKU Muhammadiyah Bantul hospital to process its wastewater is Rp 39,594,000 / year, while benefit cost ratio is >1. As comparison of IPAL of PKU Muhammadiyah Bantul Hospital is IPAL of Dr. Sardjito hospital because the next years projection IPAL of PKU Muhammadiyah Bantul hospital will use processing with active mud. Concerning environmental management, especially to hospital wastewater processing, in Yogyakarta, the benchmark is Wastewater Processing Installation of Dr. Sardjito hospital because wastewater quality and efficiency level of parameter decrease indicate rate of 90.34 to 100%. It proves that process of all processing unit run well.
Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Pengelolaan Limbah Rumah Sakit, process of wastewater processing, efficiency of hospital. Wastewater processing unit, benefit and cost