Laporkan Masalah

Kualitas Terjemahan Subtitle dan Closed Caption: Kasus Penerjemahan Video Ceramah Sa'ad bin Turki Al-Khotslan dalam Kanal YouTube ShahihFiqih

Syifa Qolby Sugiyarto, Dra. Uswatun Hasanah, M.A.

2026 | Skripsi | SASTRA ARAB

Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan membandingkan kualitas hasil terjemahan ahli pada subtitle dan terjemahan otomatis pada closed caption dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia dalam video ceramah Sa'ad bin Turki Al-Khotslan di kanal YouTube ShahihFiqih. Penilaian Kualitas terjemahan dilakukan menggunakan instrumen Nababan, Nuraeni, dan Sumardiono yang mencakup aspek keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan dengan metode deskriptif kualitatif. 

Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas terjemahan subtitle lebih akurat dibanding terjemahan closed caption. Terjemahan subtitle memperoleh skor rata-rata 2,87 (95,67%) yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan terjemahan subtitle akurat, berterima, dan memiliki tingkat keterbacaan tinggi. Aspek keakuratan memperoleh skor 2,84 (94,67%), aspek keberterimaan memperoleh skor 2,88 (96%), dan aspek keterbacaan mendapat skor 2,97 (99%). Sementara itu, terjemahan closed caption memperoleh skor rata-rata 2,16 (72%) yang menunjukkan bahwa terjemahan closed caption dapat dipahami dan mampu menyampaikan sebagian besar pesan dalam bahasa sumber dengan baik. Terjemahan closed caption memperoleh skor 2,14 (71,34%) pada aspek keakuratan dan keberterimaan, serta 2,29 (76,34%) pada aspek keterbacaan.

Perbedaan kualitas ini menegaskan bahwa terjemahan subtitle unggul dalam ketepatan makna, keluwesan bahasa, dan keterbacaan. Adapun terjemahan closed caption unggul dalam cakupan unsur audio melalui dukungan teknologi Automatic Speech Recognation, tetapi cenderung menerjemahkan secara kata per kata, kurang kontekstual, dan menghasilkan terjemahan yang tidak konsisten. Oleh karena itu, terjemahan subtitle oleh penerjemah ahli lebih direkomendasikan, sedangkan terjemahan otomatis pada closed caption dapat dimanfaatkan sebagai alternatif jika memerlukan terjemahan langsung.

This study aims to evaluate and compare the quality of humas translations in subtitles and automatic translations in closed caption from Arabic into Indonesian in the lecture videos of Sa'ad bin Turki Al-Khotslan on ShahihFiqih YouTube channel. The assessment instrument developed by Nababan, Nuraeni, and Sumardiono which covers three aspects: accuracy, acceptability, and readability with qualitative descriptive methods. 

The results of the analysis indicate that subtitles demonstrate higher quality than closed captions. Subtitles translations achieved an average score of 2,87 (95,67%), indicating that subtitles are accurate, acceptable, and highly readable. Subtitles achieved a score of 2,84 (94,67%) for accuracy, a score of 2,88 (96%) for acceptability, and a score of 2,97 (99%) for readability. Meanwhile, closed caption translations obtained an average score of 2,16 (72%), indicating that closed captions are generally understandable and capable of conveying most of the source language messages. Based on the three assessment aspects, closed captions achieved a score of 2,14 (71,34%) for accuracy and acceptability, also 2,29 (76,34%) for readability.

The differences in quality indicate that subtitles are higher in terms of meaning accuracy, linguistic naturalness, and readability. Meanwhile, closed captions are better in audio coverage due to their ability to transcribe nearly all audible elements through Automatic Speech Recognition technology. Nevertheless, closed captions often translate word-for-word, lack contextual appropriateness, and show inconsistency translation. Therefore, human translations in subtitles are highly recommended, while automatic translation in closed captions can be used as an alternative when immediate translation is required.  

Kata Kunci : Subtitle, Closed Caption, Keakuratan, Keberterimaan, Keterbacaan

  1. S1-2026-494185-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494185-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494185-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494185-title.pdf