Laporkan Masalah

Jean Lucien Hicks (1916 –1975): Jejak Hidup Seorang Indo-Eropa di Tengah Perubahan Indonesia

Faiz Halwa Diafreza, Dr. Julianto Ibrahim, S.S., M.Hum

2026 | Skripsi | ILMU SEJARAH

Penelitian ini mengkaji perjalanan hidup Jean Lucien Hicks (1916-1975) sebagai seorang Indo-Eropa yang mengalami berbagai perubahan sosial dan politik di Indonesia pada abad ke-20. Penelitian ini menggunakan pendekatan biografis dan genealogis dengan menelusuri latar belakang keluarga, pendidikan, karir Jean Lucien Hicks pada masa Belanda, dan pengalamannya pada masa Jepang, Revolusi, hingga periode Indonesia berdaulat. Penulis menggunakan metode sejarah yang terdiri dari 4 tahap yaitu pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan sumber, kritik sumber, dan historiografi. Pengumpulan sumber yang dilakukan adalah dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. 
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa perjalanan hidup Jean Lucien Hicks yang lahir pada 1916 di Semarang memberi penjelasan mengenai Indo-Eropa di Indonesia pada abad ke-20 melalui kacamata mikro. Sebagai seorang Indo-Eropa, Jean Lucien Hicks berada di posisi yang rentan dan ambigu.  Pada masa Jepang, Jean Lucien Hicks hidup sebagai tentara internir. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya, Jean Lucien Hicks memutuskan untuk bergabung sebagai tentara KNIL. Ketika Indonesia meraih kedaulatannya dari Belanda, Jean Lucien Hicks melanjutkan karirnya sebagai petugas penjara di Pulau Nusakambangan sebagai warga negara Indonesia sebagai strategi adaptasi demi keberlangsungan hidupnya. Penelitian ini menempatkan biografi sebagai kacamata mikro untuk memberi konteks terhadap sejarah Indonesia terkhusus pada kelompok Indo-Eropa di Indonesia pada abad ke-20.

This study examines the life journey of Jean Lucien Hicks (1916-1975) as an Indo-European who experienced various social and political changes in Indonesia in the 20th century. This study uses a biographical and genealogical approach by tracing Jean Lucien Hicks' family background, education, career during the Dutch period, and his experiences during the Japanese period, the Revolution, and the period of Indonesian sovereignty. The author uses a historical method consisting of 4 stages: topic selection, heuristics or source collection, source criticism, and historiography. The source collection carried out was documentation, interviews, and literature studies. 

The results of the study show that the life journey of Jean Lucien Hicks, who was born in 1916 in Semarang, provides an explanation of Indo-Europeans in Indonesia in the 20th century through a micro lens. As an Indo-European, Jean Lucien Hicks was in a vulnerable and ambiguous position. During the Japanese period, Jean Lucien Hicks lived as an internee soldier. After Indonesia proclaimed its independence, Jean Lucien Hicks decided to join the KNIL (National Army). When Indonesia regained its sovereignty from the Dutch, Jean Lucien Hicks continued his career as a prison officer on Nusakambangan Island as an Indonesian citizen as an adaptation strategy for his survival. This research places biography as a micro-lens to provide context for Indonesian history, specifically the Indo-European group in Indonesia in the 20th century


Kata Kunci : Indo-Eropa, Jean Lucien Hicks, Biografi, Adaptasi, Nusakambangan

  1. S1-2026-494035-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494035-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494035-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494035-title.pdf