Hubungan Status Gizi dengan Kemampuan Activities of Daily Living (ADLs) dan Kualitas Tidur pada Pasien Kanker Lansia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Fara Maulida Ajmala, Tony Arjuna, M.Nut.Diet., AN., APD., Ph.D.; Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD, K-Ger., S.E., M.M., AIFO-K.
2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Kanker telah menjadi salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus mengalami peningkatan secara global. Prevalensi kanker pada lansia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih muda. Prevalensi pasien kanker lansia yang mengalami penurunan status gizi hingga malnutrisi mencapai 40-80% secara global. Pasien lansia dengan kanker memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perburukan kualitas tidur dan penurunan kapasitas fungsional dalam melakukan ADLs. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi dengan kemampuan ADLs dan kualitas tidur pada pasien kanker lansia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 86 pasien kanker lansia yang menjalani rawat jalan. Status gizi dinilai menggunakan Mini Nutritional Assessment (MNA). Kemampuan ADLs dinilai menggunakan Activity of Daily Living (ADL) dan Instrumental Activity of Daily Living (IADL). Kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov smirnov-Z. Data dianalisis menggunakan Spearman’s Rank Correlation. Hasil: Penilaian status gizi menunjukkan hasil 9,3% mengalami malnutrisi dan 48,8?risiko malnutrisi. Sebagian besar subjek memiliki kemandirian ADL (84,9%), ketergantungan IADL (65,1%), dan kualitas tidur yang baik (53,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan ADL (p= 0,006; r= -0,294). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan IADL (p= 0,059; r= -0,205) dan kualitas tidur (p= 0,846; r= -0,021). Kesimpulan: Status gizi berhubungan dengan kemampuan ADL, tetapi tidak berhubungan dengan kemampuan IADL dan kualitas tidur pada pasien kanker lansia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penting untuk memastikan tercapainya status gizi yang optimal pada pasien kanker lansia untuk mencegah terjadinya perburukan luaran klinis pasien, khususnya kemampuan fungsional dan kualitas tidur.
Background: Cancer has become one of the noncommunicable diseases whose prevalence continues to rise globally. The prevalence of cancer among the older is significantly higher than in younger age groups. Globally, 40–80% of older cancer patients experience a decline in nutritional status, leading to malnutrition. older cancer patients have a higher risk of experiencing worsened sleep quality and reduced functional capacity in performing ADLs. Objective: To determine the relationship between nutritional status and ADL ability and sleep quality in older cancer patients at at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Methods: This study employed an analytical observational approach with a cross-sectional design. The study subjects consisted of 86 older cancer outpatients. Nutritional status was assessed using the Mini Nutritional Assessment (MNA). ADLs ability was assessed using the Activities of Daily Living (ADL) and Instrumental Activities of Daily Living (IADL) scales. Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data normality was tested using the Kolmogorov-Smirnov Z test. Data were analyzed using the Spearman’s rank correlation. Results: Nutritional status assessment revealed that 9.3% were malnourished and 48.8% were at risk of malnutrition. The majority of research subject demonstrated independence in ADL (84.9%), dependence in IADL (65.1%), and good sleep quality (53.5%). There was a significant association between nutritional status and ADL ability (p= 0.006; r= -0.294). However, there was no significant association between nutritional status and IADL ability (p= 0.059; r= -0.205) or sleep quality (p= 0.846; r= -0.021). Conclusions: Nutritional status is associated with ADL ability, but not with IADL ability and sleep quality in older cancer patients at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ensuring optimal nutritional status in older cancer patients is crucial to prevent the deterioration of clinical outcomes, specifically functional ability and sleep quality.
Keywords: ADL; IADL; Sleep Quality; Older Cancer Patients; Nutritional Status
Kata Kunci : ADL, IADL, Kualitas Tidur, Lansia Kanker, Status Gizi