Laporkan Masalah

Tinjauan mengenai Pelaksanaan Perjanjian Terapeutik pada Persalinan dengan Metode Sectio Caesarea Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (SC ERACS) di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM)

Sabrina De Neyra Zana Mulia, Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H., M.Hum.

2026 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan perjanjian terapeutik persalinan dengan metode Sectio Caesarea Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (SC ERACS) yang terjadi antara dokter dengan pasien di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) serta mengetahui bentuk pertanggungjawaban yang diberikan oleh rumah sakit apabila terjadi pelanggaran terhadap perjanjian terapeutik dalam persalinan dengan metode SC ERACS di RSA UGM.

Penelitian dilakukan menggunakan metode yuridis empiris yang bersifat deskriptif dengan menggabungkan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Teknik yang digunakan dalam penelitian kepustakaan adalah mengkaji referensi yang berasal dari data sekunder, sedangkan teknik yang digunakan dalam penelitian lapangan adalah wawancara terhadap responden serta narasumber yang didasari suatu pedoman wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan perjanjian terapeutik pada persalinan dengan metode SC ERACS di RSA UGM telah memenuhi syarat sah perjanjian 1320 KUHPerdata dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pertanggungjawaban yang diberikan oleh rumah sakit apabila terjadi pelanggaran terhadap perjanjian terapeutik dalam persalinan dengan metode SC ERACS di RSA UGM berupa pemberian Surat Peringatan berjenjang 1, 2, dan 3, hingga pemutusan hubungan kerja terhadap tenaga kesehatan yang berada di bawah naungan rumah sakit, serta pemberian ganti kerugian terhadap pasien.

The purpose of this legal writing is to find out and analyze the implementation of the therapeutic agreement for childbirth with the Sectio Caesarea Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (SC ERACS) method that occurs between doctors and patients at the Academic Hospital of Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) and to find out the form of responsibility provided by the hospital in the event of a violation of the therapeutic agreement in childbirth with the SC ERACS method at RSA UGM.

The research was conducted using empirical juridical methods that are descriptive by combining literature research and field research. The technique used in literature research is to examine references derived from secondary data, while the technique used in field research is interviews with respondents and sources based on an interview guideline. The collected data is then analyzed qualitatively.

From the results of this study, it can be concluded that the implementation of therapeutic agreements in childbirth using the SC ERACS method at RSA UGM has met the legal requirements of agreement 1320 of the Indonesian Civil Code and Law Number 17 of 2023 on Health. The liability provided by the hospital in the event of a violation of the therapeutic agreement in childbirth with the SC ERACS method at RSA UGM is in the form of providing Level 1, 2, and 3 Warning Letters, to termination of employment for health workers under the auspices of the hospital, as well as providing compensation to patients.

Kata Kunci : Perjanjian Terapeutik, Informed Consent, Persalinan Enhanced Recovery After Caesarean Surgery

  1. S1-2026-494279-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494279-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494279-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494279-title.pdf