Potensi airtanah bebas di Pesisir Teluk Lampung Propinsi Lampung :: Tinjauan potensi kualitas dan kuantitas airtanah
SARI, Eka Purnama, Prof.Dr. H. Sudarmadji, M.Eng.Sc
2005 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPenelitian potensi airtanah ini dilakukan di Pesisir Teluk Lampung Propinsi Lampung, yang merupakan salah satu dari empat wilayah pesisir yang dimiliki oleh Propinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk (1) evaluasi potensi airtanah Pesisir Teluk Lampung ditinjau dari kualitas dan kuantitas airtanah yang meliputi debit airtanah dan kedalaman muka airtanah, (2) menentukan kondisi airtanah pada Pesisir Teluk Lampung sudah ada indikasi tercemar atau belum, unsur-unsur apa yang mencemari serta sebaran kualitas airtanahnya, (3) mengetahui cara penggunaan airtanah oleh penduduk di Pesisir Teluk Lampung. Daerah penelitian dibagi menjadi dua bentuklahan yaitu lereng kaki perbukitan denudasional dan dataran aluvial pantai, kemudian dibagi menjadi beberapa satuan lahan berdasarkan penggunaan lahan. Metode pengambilan sampel menggunakan cara “purposive sampling†pada tiap-tiap satuan lahan. Potensi airtanah yang diteliti meliputi kualitas dan kuantitas airtanah, dimana kuantitas meliputi jumlah cadangan (debit) airtanah (Q) dan kedalaman muka airtanah (d). Kualitas airtanah (m) ditentukan dengan membandingkannya dengan baku mutu air. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas dan kuantitas airtanah di Pesisir Teluk Lampung berdasarkan debit airtanah, kedalaman muka airtanah dan kualitas airtanah dibagi kedalam dua kelas yaitu potensi airtanah sedang dan potensi airtanah rendah. Potensi airtanah sedang terdapat pada dua satuan lahan yaitu lereng kaki perbukitan denudasional, kelas lereng II, lahan kosong (D1IILk) dan dataran aluvial pantai, kelas lereng I, permukiman (M1IPm), sedangkan potensi airtanah rendah terdapat pada tiga satuan lahan yaitu lereng kaki perbukitan denudasional, kelas lereng II, permukiman (D1IIPm), dataran aluvial pantai, kelas lereng I, kebun campur (M1IKc), dataran aluvial pantai, kelas lereng I, rawa (M1IRw). Kualitas airtanah terbagi kedalam dua golongan yaitu golongan C dan golongan D. Parameter Bakteri Koli terdapat pada seluruh lokasi sampel yang kadarnya melebihi baku mutu, hal ini menandakan telah terjadinya pencemaran biologi pada airtanah daerah penelitian. Cara penggunaan airtanah, kualitas permukiman yang buruk serta jarak yang amat dekat antara sumber air dengan tempat pembuangan mengakibatkan tingginya pencemaran biologi tersebut.
This research on groundwater potency was done in the coastal area of Lampung Bay,which is one of four coastal areas belong to Lampung Province. This aimes of the research are (1) to evaluate the potency of groundwater in the coastal area of Lampung Bay in term of groundwater quality and quantity including the amount of groundwater and groundwater surface depth, (2) to determine the condition of groundwater, pollutant, and spatial distribution of water quality and (3) to identify the use of groundwater by local population. Research area was divided into two landforms, these are, denudational hill slope and coastal alluvial plain, then, those landforms are divided into land units on the based of land use. Sampel are taken using purposive sampling method in each land unit. The quality of groundwater studied includes of groundwater quantity and quality, where quality of water include the amount of groundwater deposit (Q) and surface of groundwater depth (d). Groundwater quality (m) is determined by comparing to the water quality standard. The conclusion from this research is that quality and quantity of groundwater in coastal area of Lampung Bay, based on the amount of groundwater, surface of groundwater depth and groundwater quality, is classified into two classes; that are moderate groundwater potency and low groundwater potency. Moderate groundwater potency is in denudational hill slope, slope class II, open land (D1IILk) and coastal alluvial plain, slope class I, settlement (M1IPm), while low groundwater potency is in denudational hill slope, slope class II, settlement (D1IIPm), coastal alluvial plain, slope class I, mixed garden (M1IKc), and coastal alluvial plain, slope class I, swamp (M1IRw). The groundwater quality is divided into two groups : C and D groups. Coliform existed in all area with its level above quality standard, which indicate biological pollution have occurred over groundwater. Use of groundwater, bad quality of settlement, and low distance between water source and disposal area to the high biological pollution.
Kata Kunci : Lingkungan Hidup, Kualitas dan Kuantitas Ait Tanah, Pesisir