Strategi Penerjemahan Istilah Sapaan pada Novel Mawakibu al-Ahrari Karya Najib al-Kailani
Shafira Nafidzatur Rahmah, Dra. Uswatun Hasanah, M.A.
2026 | Skripsi | SASTRA ARAB
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kategori istilah sapaan dan strategi penerjemahannya dari novel Mawakibu al-Ahrari karya Najib al-Kailani ke dalam Ketika Cinta Bersujud: Sebuah Kisah Perjuangan Cinta di Negeri Sungai Nil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif komparatif dengan memanfaatkan teori kategori istilah sapaan yang dikemukakan oleh Parkinson (1985) dan teori strategi penerjemahan yang dikemukakan oleh Baker (1992).
Dari sisi istilah sapaan, ditemukan sepuluh kategori istilah sapaan, yaitu kategori istilah penghormatan 22,4%, nama panggilan 18,3%, istilah keakraban dan jenaka 17,6%, istilah kekerabatan 16,1%, nama depan 11,6%, nama belakang 6,6%, etiket 3,6%, istilah makian, 2,8%, teknonim 0,5%, dan nama lengkap 0,5%. Dari sisi strategi penerjemahan, strategi yang paling menonjol pada kategori istilah penghormatan dan istilah kekerabatan adalah strategi penerjemahan dengan penghapusan kata. Adapun kategori nama panggilan, nama depan, nama belakang, dan nama lengkap, strategi yang paling menonjol adalah strategi penerjemahan dengan meminjam kata atau meminjam kata beserta penjelasnya. Pada kategori istilah keakraban dan jenaka, etiket, dan istilah makian, strategi yang paling menonjol adalah parafrasa dengan kata-kata terkait. Adapun kategori teknonim hanya menunjukkan kesepadanan tingkat kata tanpa penerapan strategi penerjemahan. Dari ketujuh strategi penerjemahan yang ditemukan, strategi dengan meminjam kata atau meminjam kata beserta penjelasnya adalah strategi yang paling banyak dimanfaatkan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya istilah sapaan dalam bahasa Arab yang mengandung bentuk nama diri atau penanda identitas sosial yang tidak memiliki padanan leksikal langsung dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, mempertahankan bentuk asli dianggap sebagai cara yang paling tepat untuk menjamin kejelasan rujukan dalam bahasa sasaran.
The study aims to describe and analyze the categories of address terms and their translation strategies in Najib al-Kailani’s novel Mawakibu al-Ahrari as rendered into Ketika Cinta Bersujud: Sebuah Kisah Perjuangan Cinta di Negeri Sungai Nil. This study is a comparative qualitative study utilizing Parkinson’s (1985) theory of address terms categories and Baker’s (1992) theory of translation strategies.
In terms of address, ten categories were identified: terms of respect 22,4%, nicknames 18,3%, friendly and joking terms 17,6%, family terms 16,1%, first names 11,6%, last names 6,6%, labels 3,6%, terms of abuse 2,8%, teknonyms 0,5%, and full names 0,5%. From the perspective of translation strategies, for terms of respect and family terms, the most salient strategy was translation by omission. For nicknames, first name, last name, and full name, the most prominent strategy was translation using a loan word or loan word plus explanation. For friendly and joking terms, labels, and terms of abuse, the most prominent strategy was translation by paraphrase using a related word. The teknonym category exhibited only equivalence at word level without the application of any specific translation strategy. Among the seven translation strategies identified, translation using a loan word or loan word plus explanation, was the most frequently employed strategy. This is due to the large number of address terms in Arabic that take the form is considered the most appropriate way to ensure referential clarity in the target language.
Kata Kunci : Mawakibu al-Ahrari, Najib al-Kailani, istilah sapaan, strategi penerjemahan