Laporkan Masalah

Daya Layan dan Jangkauan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Sleman

Tri Nuryati, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.

2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kabupaten Sleman menghadapi tantangan pengelolaan sampah akibat pertambahan jumlah penduduk yang ditandai dengan volume timbulan sampah tertinggi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakrta. Kondisi tersebut diperparah dengan penutupan TPA Piyungan karena kapasitas yang sudah tidak memadai. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalah tersebut adalah dengan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi timbulan sampah, (2) mengidentifikasi daya layan dan jangkauan pelayanan TPST, serta (3) merumuskan rekomendasi strategi optimalisasi TPST. 


Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi lapangan, wawancara mendalam, dan kuesioner dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan estimasi timbulan sampah dan analisis mass balance. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis kondisi TPST dan merumuskan strategi melalui analisis SWOT.


Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa potensi timbulan sampah rumah tangga di Kabupaten Sleman mencapai 400,351 ton/hari. Tiga unit TPST di Kabupaten Sleman yaitu TPST Donokerto, TPST Sendangsari, dan TPST Tamanmartani berkontribusi terhadap reduksi sampah sebesar 11,07?ri total estimasi timbulan sampah di Kabupaten Sleman. Jangkauan pelayanan yang terkait dengan 13 unit transfer depo, daerah layan masih terkonsentrasi di bagian tengah Kabupaten Sleman. Rekomendasi strategi yang disusun meliputi optimalisasi pelayanan sesuai administrasi, peningkatan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya, penambahan fasilitas transfer depo, serta rekomendasi strategi unggulan berbasis kondisi setiap TPST. 

Sleman Regency faces significant challenges in waste management due to population growth, which is reflected in having the highest waste generation volume in the Special Region of Yogyakarta Province. This condition is further exacerbated by the closure of the Piyungan Landfill, which has an insufficient capacity. One of the efforts to address this issue is the development of Integrated Waste Processing Facilities (TPST). This study aims to (1) identify the potential of waste generation, (2) assess the service capacity and coverage of TPST, and (3) formulate strategic recommendations for optimizing TPST performance.
The data used in this study consist of both primary and secondary data. Primary data were collected through field observation, in depth interviews, and questionnaires using purposive sampling method. This study employs both quantitative and qualitative approaches. The quantitative approach involves waste generation estimation and mass balance analysis, while the qualitative approach is used to analyze TPST conditions and formulate strategies through SWOT analysis.
The results show that the potential household waste generation in Sleman Regency reaches 400,351 tons per day. Three TPST units in Sleman Regency are TPST Donokerto, TPST Sendangsari, and TPST Tamanmartani, contribute to 11,07% reduction of the total estimated waste generation. The service coverage, supported by 13 transfer depots, remains concentrated in the central part of Sleman Regency. The recommended strategies include optimizing service in accordance with administrative procedures, increasing public awareness to sort waste at the source, adding transfer depot facilities, and providing strategy based on the conditions of each TPST. 

Kata Kunci : Service Ability, Service Coverage, Integrated Waste Processing Site, Sleman Regency

  1. S1-2026-492656-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492656-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492656-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492656-title.pdf