Laporkan Masalah

Karakteristik Bentuk Dan Makna Filosofi Penerapan Arsitektur Jawa Pada Masjid Agung Baitunnur, Blora

RISA ANGGRAENI, Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., M.A

2026 | Skripsi | ARKEOLOGI

Masjid Agung Baitunnur Blora merupakan salah satu masjid kuno yang berlokasi di Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Terdapat elemen-elemen masjid yang memiliki karakteristik bentuk khas beserta makna filosofi di dalamnya. Elemen yang ingin dikaji seperti atap masjid, pintu, dinding, jendela, ruang dalam (saka guru, mihrab, mimbar, dan beduk). Elemen-elemen tersebut dikaji dengan berlandaskan teori arsitektur vernakular. Pendekatan arsitektur metafora sangat diperlukan untuk mengkaji karakteristik bentuk elemen dan makna filosofi simbol elemen. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan data, analisis dengan arsitektur metafora, interpretasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Masjid Agung Baitunnur Blora adalah sebagai identitas Kota Blora. Setiap elemen di dalam Masjid Agung Baitunnur Blora memiliki bentuk karakteristik yang khas seperti dalam pemilihan warna, bahan, bentuk, dan gaya. Masing-masing memiliki arti simbol makna tertentu dalam arsitektur Jawa. Bentuk dan makna filosofi tersebut kebanyakan berkonsep pada kosmologi Jawa yaitu mengajarkan makna adanya sebuah kehidupan yang seimbang (antara manusia, alam, dan Tuhan), mengajarkan makna kebaikan, serta antar elemen memiliki keterkaitan dalam unsur vertikalitas dan memiliki hubungan yang erat. Penggunaan arsitektur Jawa pada Masjid Agung Baitunnur Blora diwujudkan pada bentuk atap tumpang, penggunaan saka guru, dan penggunaan bahan lokal pada elemen. Selain itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi karakteristik bentuk bangunan yaitu sumber daya alam (SDA). pengetahuan manusia, dan budaya. 

The Baitunnur Blora Grand Mosque is one of the ancient moesques located in Kauman Village, Blora District, Blora Regency, Central Java. There are elements of the mosque that have distinctive characteristics and philosophical meanings within them. The elements to be studied include the mosque's roof, doors, walls, windows, interior spaces (saka guru, mihrab, pulpit, and beduk). These elements are studied based on vernacular architecture theory. A metaphorical architecture approach is essential to examine the characteristics of the elements forms and the philosophical meaning of the elements symbols. The research methods used are primary and secondary data collection, data processing, analysis with metaphorical architecture, interpretation, and conclucions. The results of the study indicate that the philoshophy of the Baitunnur Blora Grand Mosque is as the identity of Blora City. Each element in the Baitunnur Blora Grand Mosque has a distinctive characteristic form such as in the choice of color, material, shape, and style. Each has a specific symbolic meaning in Javanese architecture. The form and meaning of this philosophy are mostly based on Javanese cosmology, which teaches the meaning of a balanced life (between humans, nature, and God), teaches the meaning of goodness, and between elements that are interconnected in the element of verticality and have a close relationship. The use of Javanese architecture in the Baitunnur Blora Grand Mosque is manifested in the form of a layered roof, the use of saka guru, and the use of local materials in the elements. In addition, there are several factors that influence the characteristics of the building's form, namely natural resources (SDA), human knowledge, and culture. 

Kata Kunci : Masjid Agung Baitunnur Blora, Arsitektur Jawa, Karakteristik Bentuk, Filosofi.

  1. S1-2026-462982-abstract.pdf  
  2. S1-2026-462982-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-462982-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-462982-title.pdf