Analisis Pengaruh Indeks Kemandirian Fiskal, Penanaman Modal Dalam Negeri, Dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Di Pulau Kalimantan Tahun 2015–2024
Andrea Michael, Yuni Andari, S.E.,M.Si.
2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Kemandirian Fiskal (IKF), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan periode 2015-2024. Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan memberikan peluang strategi untuk mempercepat pembangunan daerah, namun sebagian besar provinsi di Kalimantan masih menunjukkan ketergantungan fiskal yang tinggi terhadap transfer pemerintah pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel menggunakan Fixed Effect Model pada lima provinsi di Kalimantan. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Kemandirian Fiskal berpengaruh positif dan signifikan terhadap produk domestik regional bruto, yang menunjukkan bahwa daerah dengan kemandirian fiskal lebih tinggi memiliki mean lebih besar dalam mengalokasikan anggaran untuk pembangunan produktif. Penanaman Modal Dalam Negeri juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap produk domestik regional bruto melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, dan efek pengganda pada sektor-sektor terkait. Namun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produk domestik regional bruto, yang menunjukkan bahwa kuantitas tenaga kerja bukan merupakan faktor penentu tanpa diikuti peningkatan kualitas dan produktivitas yang memadai. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi, penciptaan iklim investasi yang menguntungkan, serta peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri. Penelitian ini berkontribusi dalam mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang dapat dikendalikan oleh pemerintah daerah untuk mendorong produk domestik regional bruto yang berkelanjutan dan inklusif di Kalimantan.
This study aims to analyze the effect of the Fiscal Autonomy Index (FAI), Domestic Investment (PMDN), and Labor Force Participation Rate (TPAK) on the economic growth rate in Kalimantan Island during the period 2015 - 2024. The relocation of Indonesia's capital to Kalimantan provides strategic opportunities for accelearating regional development, yet most provinces in Kalimantan still exhibit high fiscal dependence on central government transfers. This research employs a quantitative approach using panel data regression analysis with the Fixed Effect Model on five provinces in Kalimantan. Secondary data were obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK). The results indicate that the Fiscal Autonomy Index has a positive and significant on Gross Regional Domestic Product, suggesting that regions with greater fiscal independence possess more flexibility in allocating budgets for productive development. Domestic Investment also demonstrates a positive and significant impact on Gross Regional Domestic Product through increased production capacity, job creation, and multiplier effects on related sectors. However, the Labor Force Participation Rate shows no significant effect on Gross Regional Domestic Product, indicating that the quantity and productivity improvements. Simultaneously, all three variables significantly influence Gross Regional Domestic Product in Kalimantan. The practical implications of this research emphasize the importance of optimizing Regional Original Revenue through tax and retribution intensification and extensification, creating a conducive investment climate, and enhancing workforce quality through education and vocational training aligned with industrial needs. This study contributes to identifying key factors controllable by regional government to promote sustainable and inclusive Gross Regional Domestic Product in Kalimantan
Kata Kunci : Indeks Kemandirian Fiskal, Penanaman Modal Dalam Negeri, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Produk Domestik Regional Bruto, Kalimantan, Regresi Data Panel