ANALISIS TOTAL LIMBAH MAKANAN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIVERSITAS GADJAH MADA
Luthfia Cahyadina Marjuki, R. Dwi Budiningsari, Sp., M.Kes., Ph.D; Yusmiyati, S.Gz., MPH
2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar belakang: Limbah makanan terus meningkat dan diperkirakan
hampir setengah dari total limbah makanan institusi berasal dari fasilitas
pelayanan kesehatan, salah satunya rumah sakit. Pemborosan pangan mengakibatkan kerusakan
lingkungan dan kerugian ekonomi sehingga diperlukan strategi pengelolaan untuk
menekan limbah makanan yang dihasilkan. Namun, data limbah makanan rumah sakit
yang representatif sebagai dasar pembuatan kebijakan mengenai usaha pengurangan
food waste masih sangat terbatas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui total limbah makanan harian yang dihasilkan pada penyelenggaraan
makanan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada selama satu siklus
menu.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
observasional dengan desain deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan
metode direct weighing. Pengumpulan data dilakukan dengan
mengkuantifikasi seluruh limbah makanan yang dihasilkan pada setiap tahapan
penyelenggaraan makanan dengan memisahkan setiap jenis makanan selama satu
siklus menu.
Hasil penelitian: Rata-rata total limbah makanan yang
dihasilkan adalah 201,54 ± 15,36 kg/hari dengan rincian setiap tahapan yaitu
2,18 kg dari penerimaan; 66,37 kg dari persiapan; 19,2 kg dari total tiga waktu
pelayanan atau pemorsian; 20,85 kg dari pembersihan alat masak; dan 92,95 kg
dari total tiga waktu pembersihan alat makan pasien. Jenis makanan yang paling
banyak terbuang adalah sayur (85,76 ± 15,24 kg/hari) dan waktu makan dengan
sisa makanan pasien tertinggi adalah makan siang (36,86 ± 4,65 kg/hari). Rata-rata
sisa makanan adalah 300,88 ± 17.85 g/pasien/hari.
Kesimpulan: Data kuantitatif mengenai total limbah makanan harian dari penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada dan dijabarkan dari setiap tahapan, jenis makanan, dan waktu makan. Penyumbang terbesar dari total limbah harian berasal dari sisa makanan pasien, kelompok sayuran, dan waktu makan siang.
Background: Food waste continues to increase
globally and it is estimated that nearly half of total food service waste comes
from healthcare facilities, including hospitals. Food waste causes
environmental degradation and economic losses, emphasizing the importance of
effective management strategies to mitigate food waste. However, representative
data of hospital food waste that can support evidence-based policymaking remain
limited.
Objective: This study aimed to determine the total
food wastage generated during food service operations at the Academic Hospital
of Gadjah Mada University over one menu cycle.
Method: This study was an observational study with
a quantitative descriptive design using the direct weighing method. Data were
collected by quantifying all food wastage generated at each stage of food
service operations by separating each type of food during one menu cycle.
Results: The average total food wastage generated
was 201.54 ± 15.36 kg/day, comprising 2.18 kg from receiving; 66.37 kg from
preparation; 19.2 kg from unserved waste; 20.85 kg from cleaning cookware; and
92.95 kg from patient plate waste. The most commonly wasted was vegetables (85.76
± 15.24 kg/day), and the mealtime with the highest amount of patient food waste
was lunch (36.86 ± 4.65 kg/day). The average patient plate waste was 300.88 ±
17.85 g/patient/day.
Conclusion: The quantitative data regarding the total food wastage generated by the food service at Academic Hospital of Gadjah Mada University is categorized by each operational stage, food type, and mealtime. The largest contributors to total food wastage were patient plate waste, vegetable groups, and lunchtime services.
Kata Kunci : direct weighing, limbah makanan, penyelenggaraan makanan, rumah sakit, sisa makanan