0,05) antara kerentanan nyamuk Aedes aegypti dari daerah endemis dengan nyamuk laboratorium terhadap obat nyamuk spray Baygon dengan volume sebesar 2 ml, 4 ml, maupun 8 ml. Kerentanan nyamuk Aedes aegypti pada daerah endemis DBD masih sama dengan nyamuk Aedes aegypti di laboratorium terhadap obat nyamuk spray Baygon. Hal ini berarti obat nyamuk spray Baygon masih efektif digunakan untuk penekanan populasi nyamuk Aedes aegypti."> 0,05) antara kerentanan nyamuk Aedes aegypti dari daerah endemis dengan nyamuk laboratorium terhadap obat nyamuk spray Baygon dengan volume sebesar 2 ml, 4 ml, maupun 8 ml. Kerentanan nyamuk Aedes aegypti pada daerah endemis DBD masih sama dengan nyamuk Aedes aegypti di laboratorium terhadap obat nyamuk spray Baygon. Hal ini berarti obat nyamuk spray Baygon masih efektif digunakan untuk penekanan populasi nyamuk Aedes aegypti.">
Laporkan Masalah

Kerentanan Nyamuk Aedes Aegypti Pada Daerah Endemis Demam Berdarah

Novi Fitri Yani, dr. Umayah, DAP & E ; drh. Siti Rahmah Umniyati

1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Sampai saat ini obat spesifik untuk DBD belum ditemukan sehingga usaha pencegahan dan penanggulangan yang harus dilakukan adalah dengan pengendalian vektor. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan vektor, baik dengan insektisida maupun tanpa insektisida. Penggunaan obat nyamuk di rumah tangga sudah merupakan hal yang umum. Untuk mengetahui pengaruh obat nyamuk yang ada di pasaran terhadap penurunan populasi nyamuk maka diadakan suatu penelitian terhadap salah satu obat nyamuk yang ada di pasaran. Hal ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam memberikan anjuran kepada masyarakat tentang cara penggunaan obat nyamuk spray yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan nyamuk Aedes aegypti pada daerah endemis terhadap obat nyamuk spray Baygon dan untuk mengetahui apakah obat nyamuk spray Baygon masih efektif digunakan untuk penekanan populasi nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian eksperimental dengan membentuk delapan kelompok yang dibagi dalam dua grup yaitu satu grup untuk nyamuk yang berada di daerah endemis dan satu grup untuk nyamuk yang berada di laboratorium. Tiap grup terdiri dari tiga kelompok percobaan dengan satu kelompok kontrol dan tiap kelompok terdiri dari 25 ekor nyamuk betina yang dimasukkan dalam kamar uji berukuran 3 X 3 x 3 m. Kelompok percobaan dilakukan penyemprotan obat nyamuk dengan volume larutan yang berbeda-beda, yaitu: 2 ml, 4 ml, 8 ml dan tiap volume penyemprotan diulangi sebanyak 3 kali. Pada kelompok kontrol tanpa perlakuan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan "student t-test" untuk masing-masing volume. Hasil yang didapat menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05) antara kerentanan nyamuk Aedes aegypti dari daerah endemis dengan nyamuk laboratorium terhadap obat nyamuk spray Baygon dengan volume sebesar 2 ml, 4 ml, maupun 8 ml. Kerentanan nyamuk Aedes aegypti pada daerah endemis DBD masih sama dengan nyamuk Aedes aegypti di laboratorium terhadap obat nyamuk spray Baygon. Hal ini berarti obat nyamuk spray Baygon masih efektif digunakan untuk penekanan populasi nyamuk Aedes aegypti.

Kata Kunci : Aedes aegypti, demam berdarah dengue

  1. S1-FKU-1999-NoviFitriYani-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1999-NoviFitriYani-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1999-NoviFitriYani-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1999-NoviFitriYani-Title.pdf