Menuju Cashless Society: Studi Perbandingan antara Digital Natives dan Digital Immigrants dalam Adopsi Pembayaran Digital di Indonesia
Afra Marenda Bilqis, Kuskridho Ambardi, MA, Ph.D.
2025 | Skripsi | Sosiologi
Transformasi digital yang terjadi
pada sistem pembayaran menjadi salah satu penyebab terbentuknya masyarakat
tanpa uang tunai (cashless society) di Indonesia. Lahirnya sistem
pembayaran digital menyebabkan masyarakat dihadapkan pada pilihan untuk
menerima atau menolak inovasi sistem tersebut. Pertimbangan di balik keputusan
inilah yang akan menentukan sikap dan tindakan masyarakat dalam merespons
sistem pembayaran digital sebagai suatu inovasi teknologi. Di sisi lain,
masyarakat Indonesia terdiri dari masyarakat yang multikultural dan
multigenerasi. Begitupun dengan preferensi dan kebiasaan dalam menggunakan
jenis pembayaran tertentu baik tunai, kartu, maupun pembayaran digital/seluler.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku
pembayaran dan mengeksplorasi pertimbangan rasionalitas digital natives
dan digital immigrants dalam menerima dan mengadaptasi atau menolak
menggunakan pembayaran digital di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dalam mengumpulkan data dan menganalisis hasil temuan.
Subjek utama dalam penelitian ini dibedakan dan dibingkai berdasarkan konsep digital
natives dan digital immigrants yang dikemukakan oleh Marc Prensky.
Teori pilihan rasional digunakan sebagai pisau analisis utama dalam
mengidentifikasi pertimbangan rasional atas preferensi dan perilaku pembayaran.
Penelitian ini menemukan bahwa pertimbangan rasional individu terhadap pembayaran digital didasari oleh pertimbangan yang beragam. Diantaranya adalah pertimbangan pribadi yang menyoroti aspek kemudahan dan efektivitas dari pembayaran tersedia, pertimbangan berdasarkan akumulasi modal yang membentuk preferensi individu, pertimbangan berdasarkan kebutuhan pengguna, dan pertimbangan berdasarkan potensi kejahatan digital.
The digital transformation occurring in the
payment system is one of the causes of the formation of a cashless society in
Indonesia. The rise of the digital payment system has confronted society with
the choice to either accept or reject this technological innovation. The
considerations behind these decisions will determine the public’s attitude and
actions in responding to the digital payment system as a technological
innovation. On the other hand, the Indonesian population consists of a
multicultural and multi-generational society. This is reflected in the
preferences and habits regarding the use of specific payment types, whether
cash, card, or digital/mobile payments. Therefore, this study aims to identify
payment behaviors and explore the rationality considerations of digital natives and digital immigrants
in adopting, adapting, or rejecting the use of digital payments in Indonesia.
This research employs a qualitative
descriptive method for data collection and analysis of findings. The main
subjects of this study are categorized and framed based on the concepts of digital natives and digital immigrants
proposed by Marc Prensky. Rational choice theory is used to identify the
rational considerations for payment preferences.
This study found that individuals' rational considerations regarding digital payments are based on various factors. These include personal considerations that highlight the convenience and effectiveness of available payment methods, considerations based on capital accumulation that shape individual preferences, considerations based on user needs, and considerations based on the potential for digital crime.
Kata Kunci : adopsi pembayaran digital, pilihan rasional, digital natives, digital immigrants/digital payment adoption, rational choice, digital natives, digital immigrants