ANALISA HASIL PENGELASAN DAN PENGARUH PANAS AKIBAT PENGGUNAAN SECARA DINAMIK PLAT TIPIS PADA KNALPOT
Andikha Dian Mahardikha, Ir. Janu Pardadi, MT
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINKnalpot adalah bagian dari sepedah motor yang berbentuk pipa panjang yang berfungsi meredam bunyi letupan tempat saluran gas buang pada umumnya knalpot kendaraan selalu dibuat memanjang kearah kebelakang, bentuk yang demikian itu memang ideal karena memberikan kslsh,as:rrn untuk memasang mufrler atat percdam suara. Bentuk yang s€perti itu juga berfungsi untuk menghindarkan sisa-sisa pembakaran atau gas buang yang b€racun. Fungsi dan peranan knalpot adalah dimulai s€bagai alat pembuang sisa sisa pembakaran pada waktu dalam silinder terjadi ledakan gas-gas sisa-sisa pembalaran yang masih mempunyai tekanan yang cukup tinggi yakni 2a atmosfir, jika dilepas begitu saja keluar akan menghasilkan suatu ledakan karcna terjadi benturan dengan udar4 pada kendaraan 2 tak mempunyai ledakan yang lebih keras di banding dengan kendaraan 4 tab karena pada kendaraan 4 tak sisa pembakaran melewati klep terlebih dahulu yang membuka perlahan secara mekanis yang akan meredam suara meski hanya sebagiarl dan juga firngsi lain dari knalpot yaitr.r sebagai keseimbangan kerja pada karburator ketika terjadi putaran mesin tinggi s€hingga didapat tenaga mesin yang maksimal. Gas buang selain b€rt€kanan juga membawa panas dari silinder dan panas dari silinder tors€but s€dikitnya akan merambat pada knalpoL Dalam tulisan ini dilakukan analisa hasil pengelasan dan pengaruh panas akibat penggunaan secara dinamik plat tipis pada knalpot pengelasan yang dilakukann dalam pengujian ini yaitu GMAW (Gas Metal Ate Welding). Pembahasan yang dilakukan yaitu tentang pengaruh panas secafa dinamik pada knalpot apakah dapat mengubah sifat fisis dan sifat mekanis yaitu meliputi kekuatan taril<, kekerasan dan struktur mikro dari knalpot yang rcrkena panas dari ruang bakar. Dari hasil analisa ini di dapat bahwa kekerasan dari bahan akan menunrn dengan adanya pengaruh panas secara dinarnik yang di derita oleh rnaterial. Kekerasan paling tinggi terdapat di daerah ks karcna pada drerah ini terdapat struktur Ferit acicular dan ferit widmanstatsen yang dapat meningkatkan kekerasan dan kekuatan tarik. Pada uji struktur mikro dapat diketahui bahwa pada daerah logam induk hanya terdapat perlit dan ferit hal ini dikarenakan maierial yang digunakan merupakan baja karbon renda[ sehingga kekerasan dari bagian ini sangat rendah jika dibandingkan dengan daerah tas. paaa hasil uji tarik menghasilkan regangan yang cenderung naik mulai dari variasai pertama sampai dengan variasi ke-4, begitu juga dengan tegangan luluh dan tegangan maksimumny
Kata Kunci : Knalpot, GMAW, Stdrtn makro dan mikro,Uji kekerasan Uji Tarik Baja karbon renda[ Plat ripis