Strategi Konservasi Koleksi di Museum Kecil: Studi Kasus Museum Pleret
Abyan Irsyad Fawzi, Andi Putranto, S.S., M.Sc.
2026 | Skripsi | ARKEOLOGI
Museum kecil memiliki peran penting dalam pelestarian warisan budaya dan sering menghadapi keterbatasan sumber daya dalam pengelolaan koleksi yang berimplikasi pada keterawatan koleksi sehingga berpotensi menghilangkan nilai-nilai penting di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bentuk-bentuk kegiatan konservasi koleksi di Museum Pleret, mengevaluasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan rekomendasi strategi konservasi yang relevan dengan konteks museum kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung di Museum Pleret, wawancara dengan staf museum, dan studi literatur terhadap dokumen dan regulasi yang berkaitan dengan konservasi koleksi museum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis visual untuk menggambarkan praktik konservasi, kondisi koleksi, dan faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan konservasi di Museum Pleret mencakup konservasi preventif dan kuratif. Konservasi preventif dilakukan melalui tata kelola ruang berkoleksi, pengaturan suhu dan kelembapan, penyediaan sistem keamanan, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, serta pengendalian hama. Sementara itu, konservasi kuratif dilakukan melalui pembersihan lumut dan jamur pada koleksi berbahan mineral serta penanganan korosi pada koleksi berbahan logam. Dalam pelaksanaan konservasi koleksi di Museum Pleret, ditemukan kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan sarana dan prasarana konservasi yang disebabkan oleh birokrasi yang kaku dan sentralistik. Dengan demikian, strategi yang dirancang perlu berkaca sesuai konteks dan menimbang faktor-faktor penting seperti urgensi dan kemampuan realisasi. Upaya pembenahan yang dilakukan secara konsisten menjadi elemen kunci dalam mendorong peningkatan kualitas konservasi di museum kecil seperti Museum Pleret sehingga fungsi pelestarian kebudayaan dapat terlaksana secara optimal.
Small museums play a crucial role in preserving cultural heritage and often face resource constraints in managing their collections, which can impact the preservation of collections, potentially leading to the loss of their important values. This study aims to obtain an overview of the forms of collection conservation activities at the Museum Pleret, evaluate the obstacles encountered in their implementation, and formulate recommendations for conservation strategies relevant to the context of small museums. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection methods through direct observation at the Museum Pleret, interviews with museum staff, and literature studies of documents and regulations related to museum collection conservation. The data obtained were analyzed using descriptive and visual analysis to describe conservation practices, collection conditions, and factors influencing their implementation. The results show that conservation activities at the Museum Pleret include preventive and curative conservation. Preventive conservation is carried out through housekeeping, regulating temperature and humidity, providing security systems, disaster and emergency management, and pest control. Meanwhile, curative conservation is carried out by cleaning moss and fungi on mineral collections and handling corrosion on metal collections. In implementing collection conservation at the Museum Pleret, obstacles were found in the form of limited human resources and limited conservation facilities and infrastructure caused by a rigid and centralized bureaucracy. Thus, the strategy designed needs to reflect on the context and consider important factors such as urgency and realizability. Consistent improvement efforts are a key element in encouraging the improvement of conservation quality in small museums such as the Museum Pleret so that the function of cultural preservation can be carried out optimally.
Kata Kunci : konservasi, pengelolaan, museum kecil, Pleret/conservation, management, small museums, Pleret